Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pembangunan Bandara Wiriadinata Dapat Restu Panglima

Selasa 18 Nov 2014 04:15 WIB

Rep: C71/ Red: Erdy Nasrul

   Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL melakukan defile disela-sela upacara peringatan HUT Ke-69 Korps Marinir di lapangan tembak Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Senin (17/11). (Antara/M Risyal Hidayat)

Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL melakukan defile disela-sela upacara peringatan HUT Ke-69 Korps Marinir di lapangan tembak Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Senin (17/11). (Antara/M Risyal Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pembangunan bandara komersil di wilayah Lanud TNI AU  Wiriadinata, Kota Tasikmalaya mendapat restu dari Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsekal Muda Agus Dwi Putranto. Dalam kunjungannya ke Lanud Wiriadinata, Senin (17/11), Agus juga menekankan pentingnya koordinasi pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan agar terhindar dari berbagai masalah.

"TNI AU mendukung keinginan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat serta kemajuan perekonomian," kata Agus. Ia menjelaskan dengan proses tersebut artinya kebutuhan pemerintah daerah telah diakomodir oleh pihak TNI.

Agus menegaskan dalam pembangunan tentu ada aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia berharap pembangunan bandara ke depannya sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Jangan ada kepentingan pribadi. Seluruh aturan terkait pemanfaatan aset sudah jelas," kata Agus.
Untuk pembangunan bandara, kata Agus, seluruhnya tergantung pada pemerintah daerah. Menurut Agus, proyek bandara ini merupakan keinginan pemda. Ia pun meminta perwujudan draf pembangunan sesuai rancangan dan alokasi anggaran yang telah disiapkan. "Pihak Lanud dan Pemda harus berkoordinasi dalam hal ini baru nanti diteruskan ke Mabes untuk disetujui," kata Agus.

Agus menyatakan setelah mendapat persetujuan dari Mabes TNI pihak Lanud akan melanjutkan proses pengawasan terhadap pembangunan. "Tentunya segala persiapan teknis harus matang seperti panjang landasan dan terminal. Saya rasa Pemda memiliki Dinas Perhubungan yang mengetahui teknis ini," kata Agus.

Sebelumnya, Komandan Lanud Wiriadinata, Letnan Kolonel Herdy Arief Budiyanto menyatakan pada tahun 2015 Lanud Wiriadinata sudah bisa digunakan untuk penerbangan sipil. Bila pembangunan berjalan sesuai rencana, maka Lanud tersebut akan memiliki sub terminal yang dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas penting dalam penerbangan komersil.

“Agar dapat digunakan untuk penerbangan sipil yang bersifat komersil, setidaknya sebuah landasan udara mesti memiliki sub terminal. Fungsinya sama dengan terminal, akan tetapi kapasitasnya memang terbatas," kata Herdy.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA