Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Jaksa Agung Prasetyo

Ahok Yakin Jokowi Sudah Timbang Matang Penunjukan Jaksa Agung

Jumat 21 Nov 2014 10:37 WIB

Rep: C66/ Red: Indira Rezkisari

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki alasan kuat menunjuk HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung RI yang baru. Menurutnya, tidak mungkin mantan rekan kerjanya selama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI itu memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan lebih dulu.

"Saya kenal Pak Jokowi dengan baik. Tidak mungkin dia memilih tanpa mempertimbangkan dengan baik segala sesuatunya," ujar Basuki usai acara nonton bareng film 'Sebelum Pagi Terulang Kembali' di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/11) malam.

Pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan, dirinya tidak begitu mengenal sosok HM Prasetyo. Namun, ia mengaku sering mengingatkan Presiden Jokowi agar mencari Jaksa Agung yang berani menghentikan segala tindakan yang berkaitan dengan korupsi.

Sebelumnya, mantan Bupati Belitung Timur ini juga mengatakan tidak sedikit oknum jaksa yang melakukan pemerasan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI.  Hal ini terutama terjadi saat  mereka sudah mencoba berhenti korupsi, namun terpaksa memberi suap agar oknum jaksa tidak melaporkan.

Seperti diketahui HM Prasetyo resmi dilantik menjadi Jaksa Agung RI, Kamis (20/11) di Istana Negara. Namun, banyak pihak yang menilai penunjukan mantan politisi Nasdem itu sebagai praktek transaksional antara Jokowi dan partai pendukungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Indonesian Corruption Watch (ICW) juga  menilai Prasetyo tidak memiliki prestasi besar selama berada di Korps Adhyaksa. Mereka juga melihat Prasetyo sebagai calon titipan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA