Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Kontroversi Kontes World Muslimah 2014

Penyelenggara: MWA Memberikan Dampak Positif

Jumat 21 Nov 2014 15:50 WIB

Rep: c01/ Red: Joko Sadewo

World Muslimah Award 2014

World Muslimah Award 2014

Foto: Worldmuslimah.org

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyelenggaraan World Muslimah Award (WMA) 2014 tak lepas dari pro dan kontra di tanah air. Beberapa pihak berpandangan, WMA tak berbeda dengan ajang kecantikan lain yang mengeksploitasi kecantikan wanita.

Menanggapi tanggapan kurang baik dari beberapa pihak, Founder dan CEO dari World Muslimah Foundation Eka Shanty menyatakan bahwa ia hanya mau berfokus pada pencapaian-pencapaian positif yang bisa diwujudkan melalui WMA. Salah satunya, salah satu peserta WMA tahun lalu, kini bisa bekerja untuk CNN meskipun ia mengenakan hijab. “Itu merupakan suatu pengakuan terhadap jilbabnya,” ujar Eka, Jumat (21/11).

Selain itu, menurut dia, penyelenggaraan WMA 2014 ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Setelah berhasil meyakinkan salah satu Islamic bank, BMM, WMA dapat memberi kesempatan kepada 100 anak yatim yang menjadi juri kehormatan untuk bersekolah.

WMA juga mendorong industri bagi para ibu-ibu rumah tangga di kawasan Kampung Muka, Ancol. Pasalnya, pakaian-pakaian yang dikenakan oleh para kontestan, khususnya selempang, dan juga goodie bag untuk penyambutan, diproduksi oleh 100 ibu-ibu dari Kampung Muka ini. “Mereka jadi punya industri sendiri dari ini, dan diakui dalam panggung internasional,” terang Eka.

Eka menegaskan WMA hanya ingin berfokus agar peran Muslimah dalam tindakan nyata di seluruh dunia lebih mendapatkan perhatian, tidak hanya sekedar berdiam diri. Pasalnya, masyarakat di Indonesia seringkali tidak dapat melihat tentang realita yang dihadapi Muslimah di belahan dunia lain. Padahal, suatu ketika, umat Muslim pasti akan ditanya mengenai apa yang sudah pernah mereka lakukan untuk Muslim lainnya. “Itu yang kita katakan pada ormas lainnya. At least, we do something-lah,” jelas Eka.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA