Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Nurul Arifin Sebut Menkopolhukam Intimidasi Golkar

Jumat 28 Nov 2014 05:52 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Julkifli Marbun

Nurul Arifin

Nurul Arifin

Foto: MgROL29

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhy Purdijatno memang bukan melarang penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) partai Golkar di Bali. Namun, pernyataan tersebut tetap dianggap sebagai bentuk intervensi Pemerintah pada partai politik.

Wakil sekretaris Jenderal partai Golkar, Nurul Arifin mengatakan, harusnya Pemerintah memberikan keamanan pada seluruh warga negara, bukan memperkeruh suasana.

"Bukannya mengantisipasi keributan, justru malah menebarkan ancaman dan intimidasi pada Golkar," kata Nurul Arifin di kompleks parlemen, Kamis (27/11) kemarin.

Golkar sangat menyayangkan dengan statemen Menkopolhukan soal pelaksanaan Munas di Bali. Padahal, sebagai menteri yang mengkoordinatori bidang politik, hukum da keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno harusnya menginstruksikan kementerian di bawahnya untuk ikut menjamin keamanan saat Munas berlangsung.

Yang terjadi justru sebaliknya, Menkopolhukam justru memanas-manasi suasana yang sudah panas terjadi di internal partai berlambang pohon beringin ini. Menurut Nurul, ini bertolak belakang dengan tugas pokok dan fungsi dari seorang Menkopolhukam.

"Saya mempertanyakan kenapa sekelas menteri memberi ancaman yang membuat kami sangat prihatin," kata mantan artis ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA