Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Kesehatan Perempuan Harus Jadi Prioritas Pemerintah

Jumat 28 Nov 2014 11:43 WIB

Red: Indah Wulandari

Ibu Hamil (ilustrasi)

Ibu Hamil (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK—Isu kesehatan perempuan seharusnya menjadi perhatian pemerintah agar merancang sejumlah peraturan disertai sanksi tegas.

Beberapa permasalahan yang belum begitu menjadi bahasan utama pemerintah adalah tingkat kematian ibu melahirkan yang tinggi serta tindak kekerasan pada perempuan.

“Setidaknya, tiap 30 menit ada satu ibu yang meninggal karena melahirkan. Sehingga angka itu harus ditekan dengan harapan zero risk untuk kematian ibu melahirkan,” ujar mantan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Giwo Rubianto Wiyogo, Jumat (28/11).

Meski target dari Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015 menyebutkan, angka risiko ibu meninggal akibat melahirkan, yaitu 102 kematian per 100 ribu ibu hamil, nyatanya target itu meleset.

Justru risikonya bertambah, yaitu 359 kematian per 100 ribu. "Ini yang harusnya menjadi fokus. Angkanya harus rendah atau bahkan zero risk," kata Giwo.

Selain rentan terhadap risiko melahirkan, calon Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ini melihat, perempuan juga rentan terhadap permasalahan kekerasan dalam rumah tangga. Perlindungan anak dan perempuan, katanya, harus dilakukan secara sistemik antara lembaga dan pemerintah. 

“Kelembagaan harus melakukan sosialisasi dan menerapkan sanksi tegas sesuai undang-undang. Selain itu, perempuan juga harus memahami undang-undang. Kalau perempuan memahami ilmu mengenai UU kekerasan maka laki-laki pun tidak akan berani (semena-mena)," kata Giwo.

Kedua isu inilah yang bakal ia perjuangkan, termasuk mengenai pendidikan dan pemberdayaan  ekonomi perempuan. "Perempuan harus bermartabat, beretika dan bermoral. Jangan ada perempuan yang menjegal perempuan lain," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA