Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tidak Sediakan Uang Muka, Bayi Ini Ditolak Rumah Sakit Pemerintah

Selasa 02 Dec 2014 09:47 WIB

Rep: C94/ Red: Winda Destiana Putri

RSCM Jakarta

RSCM Jakarta

Foto: poskota

REPUBLIKA.CO.ID, KOJA -- Meski pemerintah berjanji akan mempermudah masalah kesehatan, dengan mengeluarkan banyak kartu seperti Kartu Indonesia Sehat atau Kartu Jakarta Sehat bahkan BPJS, nyatanya, pasien miskin masih menghadapi pedihnya ditolak Rumah Sakit.

Hal ini dialami oleh Nurahma (25 tahun) seorang warga RT 03 RW 19 Kampung Beting Remaja, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara  mengeluhkan sikap rumah sakit kepada wartawan, Senin (1/12).

Nurahma mengaku, setelah melahirkan putra pertamanya dalam kondisi sakit, dirinya hanya mendapatkan pelayanan seadanya dan tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal usai di rujuk ke 2 Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.

Dengan dalih anak Nurahma mengalami kelainan pihak Puskesmas Koja langsung melarikannya ke Rumah Sakit Koja. Pukul 8 malam di hari yang sama pihak puskesmas bersama adik dari Nurahma bernama Dewi sampai di Rumah Sakit Koja. Sesampainya di sana pihak RS Koja langsung merujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan alasan yang tidak jelas.

"Sampai di sana bayi saya tidak mendapatkan perawatan malah diminta pulang oleh pihak RSCM," kata Nurahma, Senin (1/12) di Puskesmas Koja. Muhammad Firdaus ditolak lantaran keluargannya tidak memiliki uang ketika RSCM meminta uang muka sebesar Rp 3 juta.

"Uang muka itu sebagai jaminan agar anak saya dapat dirawat," katanya.

Nurahma mengaku keluarganya sudah nunjukkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) atas nama dirinya. Namun menurut pihak RSCM Muhammad Firdaus harus memiliki kartu KJS atau BPJS sendiri jika ingin mendapat perawatan. "Harus punya kartu sendiri kartu milik yang dipakai," ujarnya.

Pihak RSCM menyampaikan kepada keluarga Nurahma jika peraturan tersebut telah berlaku mulai 1 November tahun ini.

Mendengar alasan penolakan tersebut membuat kesedihan Nurahma semakin bertambah sebab buah hatinya telah ditolak beberapa kali oleh rumah sakit milik pemerintah.

Hasil medis Puskesmas Koja mengatakan Muhammad Firdaus memiliki kelainan jenis Konginetal Multipel (Kelahiran dibawah Kebiasaan). Kelainan tersebut tampak pada bagian kepala di mana kulit kepala sangat tipis sehingga aliran darah tampak jelas dari atas tempurung kepalanya. Sedangkan, jari tangannya bagian kiri tidak lengkap sebanyak 3 buah jari dan bagian kaki sebelah kanan tidak memiliki telapak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA