Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pembangunan Berkelanjutan Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Kamis 11 Des 2014 17:35 WIB

Red: M Akbar

 Perubahan Iklim

Perubahan Iklim

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan berkelanjutan mutlak dijalankan, untuk menjaga daya dukung lingkungan. Ironisnya realisasi pembangunan berkelanjutan tersebut justru semakin sulit untuk diwujudkan pada masa sekarang.

Hal tersebut disampaikan Jalal Ramlan, chairman Of Advisory Board Social Investment Indonesia (SII), dalam pembukaan Indonesia Social Investment Forum (ISIF) kedua di yogyakarta, Kamis (11/12).

Jalal mengatakan ketika World Commission on Environment and Development (WCED) merumuskan pembangunan berkelanjutan pada 1987, masalah dunia tidaklah serumit sekarang.  Belum ada virus Ebola, perubahan iklim, atau cuaca ekstrim seperti saat ini.

''Kondisi ini terjadi akibat selalu menunda mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sebuah konsep pembangunan yang berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan,'' ujar alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dalam keterangan tertulis yang diterima ROL di Jakarta, Kamis (11/12).

Selain tantangan yang kian rumit, ego sektoral pun kerap menyulitkan realisasi pembangunan berkelanjutan. Jalal berharap pada pertemuan ISIF kedua yang mengusung tema 'Mengukuhkan Kemitraan Tiga Sektor untuk Investasi Sosial’,  semua pihak baik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat bisa bermitra untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

''Tentunya kita berharap agar tumpang tindih program yang kerap berujung pada gagalnya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan itu pada akhirnya bisa diminimalkan,'' kata Jalal. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA