Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Penambangan Pasir Liar Bisa Datangkan Bencana

Selasa 16 Dec 2014 17:50 WIB

Rep: C67/ Red: Yudha Manggala P Putra

Aktivitas truk pengangkut pasir (ilustrasi)

Aktivitas truk pengangkut pasir (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Penambangan pasir liar di Kabupaten Sleman hingga kini masih marak terjadi. Terdeteksi sebanyak 38 aktivitas penambangan pasir liar masih ditemukan di Sleman. Hal tersebut tentu memprihatinkan mengingat dampak dari aktifitas tersebut bisa mendatangkan bencana.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono menegaskan, penambangan liar atau yang tidak sesuai dengan ketentuan sesuai Peraturan Daerah (Perda) dapat mendatangkan bencana. Untuk itu, Ia mengharapkan agar penambangan liar segera dihentikan.

“Bencana yang ditimbulkan tergantung lokasinya,” ujar Julisetiono, saar dihubungi Republika, Selasa (16/12).

Menurut Julie, jika penambangan liar dilakukan di Sungai maka, dampak yang ditimbulkan yaitu tanggul yang terdapat di pinggir sungai bisa jebol. Hal tersebut jelas sangat merusak lingkungan disekitar sungai.

Selain itu, bencana longsor juga bisa terjadi akibat dari aktifitas penambangan pasir liar tersebut. Penambangan pasir yang sudah diatur dalam Perda semestinya harus dipatuhi untuk keselamatan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Sleman, khususnya yan g tinggal di daerah rawan longsor seperti Prambanan agar mewaspadai bencana longsor. Mengingat hujan cukup lebat hampir setiap hari mengguyur Yogyakarta. Masyarakat yang tinggal di bawah bukit untuk mengecek kondisi perbukitan untuk mengetahui situasi dan kondisi.

Ia mengakui BPBD Sleman sampai saat ini belum memiliki peta mengenai beberapa titik yang rawan terjadinya longsor. Akan tetapi secara makro, kata Julie, peta tersebut sudah dimiliki. “Nanti untuk peta ke titik rawan longsor baru akan diadakan 2015,” katanya.

Selain itu, pada tahun 2015 akan dipasang Early Warning System (EWS), terutama di daerah yang rawan longsor seperti Prambanan. Untuk saat ini, kata Julie, belum terpasang EWS pendeteksi longsor. Di samping itu, untuk pencegahan menghadapai bencana longsor, BPBD juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat di Prambanan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA