Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Misteri Taksi Express Yang Hilang

Jumat 19 Dec 2014 17:33 WIB

Rep: C96/ Red: Indira Rezkisari

perampokan di taxi (illustrasi)

perampokan di taxi (illustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya hingga kini belum berhasil menemukan taksi Express yang diduga digunakan perampokan oleh Sutrisno dan kawan-kawannya di Jakarta. Pasalnya, taksi ini diperlukan oleh kepolisian untuk dijadikan barang bukti dalam kasus perampokan tersebut.

"Kita berasumsi bahwa taksi ini masih ada di luar," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/12). Ia mengatakan, kepolisian pun sudah berkordinasi dengan manajemen pengelola jasa transportasi Express ihwal taksi itu.

Menurut Heru, manajemen Express pun belum menemukan taksi tersebut. "Kita harus tetap mencari jangan sampai taksi ini digunakan kelompok lain," terang dia.

Walau demikian, kata Heru, kepolisian terus menjalani proses hukum tersangka perampokan dalam taksi Sutrisno dan kawan-kawannya. "Jadi kita tidak ada masalah dalam proses penyidikan. Kita ada barang bukti yang lain," ucapnya.

Memang, sambung Heru, dalam kasus ini akan lebih lengkap jika taksi tersebut ditemukan. Karena itu, Heru mengharapkan, masyarakat bisa bekerjasama jika mengetahui informasi terkait taksi itu. Taksi yang dimaksud yakni taksi Express berwarna putih dengan nomor polisi B 1733 KTB dan nomor lambungnya BD 6075.

Lebih lanjut, kata Heru, dalam kasus perampokan di dalam taksi ini masih ada buron yang berkeliaran yakni Jambi. "Kita belum bisa pastikan J bersama taksi," tambahnya.

Sebelumnya, Sutrisno dinyatakan oleh Polda Metro Jaya telah mencuri mobil taksi Express di Kuningan Jakarta Selatan, 21 November 2014. Taksi Express itu ternyata digunakan oleh Sutrisno untuk merampok bersama tiga temannya yaitu Edward Syah Jaya (31), Agus Supriyanto (22), dan Jambi (belum tertangkap) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan (28/11) dan di Kawasan SCBD Jakarta Selatan (1/12).

Dari aksi perampokan itu, dua orang kayawati RP dan RW menjadi korban. Sutrisno sebelumnya merupakan supir taksi Blue Bird.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA