Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Gianyar Operasikan Sistem Pengolahan Air Termodern di Indonesia

Jumat 26 Dec 2014 14:04 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri

Air minum

Air minum

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Petanu di Kabupaten Gianyar telah selesai sepenuhnya.

Gianyar akan menyuplai kebutuhan air untuk tiga kabupaten dan kota di Bali, yaitu Badung Selatan, Kota Denpasar, dan Gianyar Selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi mengatakan SPAM Petani merupakan sistem pengolahan air termodern di Indonesia. Menurutnya, ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk menyediakan air hingga 300 liter per detik.

"Akan tetapi sementara ini belum dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diketiga kabupaten kota tersebut karena belum tersedia sambungan ke rumah-rumah," kata Riadi di Denpasar, Jumat (26/12).

SPAM Petanu sudah menyiapkan beberapa tapping yang siap disambungkan dengan pipa-pipa PDAM di ketiga kabupaten kota. Tapping Saba dan Tapping Ketewel dengan kapasitas masing-masing 25 liter per detik berada di Gianyar. Selanjutnya, Tapping Estuary DAM Suwung dengan kapasitas 100 liter per detik berada di Badung.

Tapping Simpang Waribang dengan kapasitas 125 liter per detik berada di wilayah Denpasar. Riadi menambahkan, PDAM yang ada di kabupaten di Bali mampu memanfaatjan air SPAM Petanu pada 2016.

Kepala Biro Humas Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk segera memanfaatkan air yang tersedia dari SPAM Petanu untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Bali, khususnya Bali Selatan.

Bali Selatan pada dasarnya sudah memiliki air cukup, apalagi nanti setelah beroperasinya SPAM Penet dan SPAM Telaga Waja. Jika semua itu sudah rampung, maka Bali Selatan dan Bali Timur tak akan kekurangan air.

"Bali Utara sekarang sedang dalam proses pembangunan Waduk Titab yang airnya juga sebagian untuk kebutuhan air minum," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA