Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Kemendagri Segera Ubah Aturan Pendaftaran Ormas

Jumat 26 Des 2014 16:53 WIB

Rep: Ira Sasmita/ Red: Indah Wulandari

Pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berorasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/12).

Pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berorasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/12).

Foto: Antara/OJT/Ajat Sudrajat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menyesuaikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Pedoman Pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Lantaran pada Selasa (23/12), MK mengabulkan sebagian gugatan atas UU Ormas Nomor 17 Tahun 2013 terkait pendaftaran dan peran negara terhadap ormas.

"Hari Senin (29/12) nanti kami mau kumpulkan dulu pasal-pasal yang diputus MK. Baru bisa menjawab secara pasti apa saja yang akan disesuaikan," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riyadmadji, Jumat (26/12).

 Dodi memastikan, revisi akan dilakukan pada Permendagri Nomor 33 Tahun 2012 yang mengatur pendaftaran ormas di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah.

"Pasti disesuaikan dengan putusan MK. Cuma bentuk penyesuaiannya kami belum bisa jelaskan," ungkapnya.

Kemendagri, lanjut Dodi, sebelumnya telah berkomunikasi dengan DPR. Apabila peninjauan kembali UU Ormas dikabulkan, perubahan cukup dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP).

"Prinsip umumnya kami sudah komunikasi dengan DPR, kalau ada versi yang menghendaki UU disempurnakan DPR bilang ga perlu UU disempurnakan.Cukup lewat PP saja," jelasnya.

MK memutuskan ormas yang tidak berbadan hukum dan ingin mendaftarkan diri kini dapat melakukan pendaftaran di tempat ormas yang bersangkutan berada. Tanpa perlu adanya surat keterangan terdaftar baik dari bupati/walikota, gubernur maupun menteri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA