Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Palyja Siapkan Belanja Modal Rp 318 Miliar di 2015

Kamis 08 Jan 2015 19:09 WIB

Rep: Niken Paramita Wulandari/ Red: Hazliansyah

Palyja menjadi salah satu operator pelayanan air bersih di Jakarta.

Palyja menjadi salah satu operator pelayanan air bersih di Jakarta.

Foto: kontan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PAM Lyonnaise Jaya ( palyja ) menyiapkan belanja modal (capital expenditures/capex) sebesar Rp 318,6 miliar untuk tahun 2015. 

Wakil Presiden Direktur Palyja, Herawati Prasetyo, mengungkapkan besaran ini digunakan untuk dua fokus utama, yakni penambahan sumber air baku termasuk pembangunan pipa distribusi dan pengurangan tingkat kebocoran air (non revenue water/NRW).

"75 persen digunakan untuk penambahan fasilitas air seperti /water resources/ dan pipa. Karena memang yang kita rasakan memang belum ada penambahan sejak tahun 1998," ujar Herawati di Jakarta, Kamis (8/1).

Herawati mengatakan penambahan sumber air baku diantaranya dengan membangun instalasi pengolahan air (IPA) Pesanggarahan, pemanfaatan air baku dari Banjir Kanal Barat (BKB), pembangunan /booster pump/ Fatmawati dan Harmoni, serta memperkuat jaringan di area TB. Simatupang, BP Gedong Panjang, Muara Baru, dan Transmisi Pluit Line. 

Pembangunan IPA Pesanggarahan diperkirakan mampu menambah air baku sebanyak 1.200 liter per detik dan sumber air baku BKB sebanyak 550 liter per detik.

Sementara untuk menanggulangi tingkat kebocoran air, Herawati menambahkan, Palyja akan menggalakkan kerja sama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Sumber-sumber air baku baru ini dimanfaatkan untuk penambahan pelanggan baru yang belum terpenuhi kebutuhan air bersihnya. 

"2015 realisasi banjir kanal, booster Fatmawati juga akan menambah konsumen disana. Sementara Pluit Line digunakan untuk menyalurkan air terutama di wilayah utara," ujar Herawati.

Herawati mengakui saat ini tingkat ketahanan air bersih di Ibu Kota cukup rendah. Dari total kebutuhan sebanyak 26,1 meter kubik per detik hanya tersedia sebanyak 17 meter kubik per detik. "Itu pun kebanyakan dipasok dari luar Jakarta, seperti dari Jatiluhur dan Tangerang," katanya.

Adapun ditahun 2015 ini, Herawati mengungkapkan sejumlah target sudah ditetapkan perusahaan. Antara lain menjual sebanyak 162 juta kubik air, membuat 7.000 sambungan baru, menurunkan tingkat NRW menjadi 38,5 persen, mendeteksi dan memperbaiki 35 ribu kebocoran air, dan melakukan penyelamatan air sebanyak 5 juta meter kubik.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA