Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Tahun Baru Imlek

Makna Warna Merah pada Perayaan Imlek

Jumat 20 Feb 2015 13:25 WIB

Rep: MGROL36/ Red: Winda Destiana Putri

Tahun Baru Imlek (ilustrasi)

Tahun Baru Imlek (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada perayaan Tahun Baru Imlek, ada hal menarik selain kue keranjang, angpau dan pertunjukan barongsai. Tak hanya itu, salah satu identitas Imlek lainnya adalah shio, lampion, petasan, kembang api, serta warna yang serba merah dan emas.

Elemen merah dan emas banyak ditemukan pada dekorasi meja, dinding maupun pakaian etnis Tionghoa yang memperingati festival musim semi ini atau yang marak dikenal Imlek.

Seperti dilansir CNN Jumat (20/2) warna merah atau warna hong dalam bahasa Cina adalah warna yang dipilih oleh sebagian besar masyarakat. Orang-orang Cina sudah menggunakan warna cemerlang selama lebih dari 2000 tahun lamanya. Saat ini, pada tradisi Cina modern, merah menjadi warna populer.

Orang-orang Cina pun memahami warna datang secara alami. Seperti, warna merah yang sesuai dengan api. Merah melambangkan keberuntungan dan sukacita. Baik masyarakat Cina kuno, ataupun modern, mereka sepakat untuk menghargai warna merah.

Sementara itu, merah adalah warna selama Imlek maupun hari libur lainnya. Sebuah amplop berwarna merah juga jadi tradisi masyarakat Cina selama acara khusus atau saat liburan. Merah dianggap pula sebagai paket pembawa keberuntungan. Merah juga warna yang dilarang di pemakaman, sebab merah adalah simbol dari kebahagiaan.

Itu sebabnya, kita bisa menyaksikan hiasan-hiasan berwarna merah seperti lampion yang memenuhi kawasan kediaman masyarakat Cina saat menyambut Tahun Baru. Itu menunjukkan, perayaan Imlek disambut cukup meriah.

Hiasan di dalam rumah, gantungan-gantungan, serta daun pintu rumah juga akan disemarakkan dengan warna merah untuk menyambut kedatangan tamu. Hiasan bunga-bunga berona merah mewujudkan semangat kebahagiaan. Sejak zaman dahulu, nenek moyang berpesan agar orang-orang desa di Cina menggantungkan kertas berwarna merah di pintu-pintu dan dinding rumah menjelang tahun baru.

Mereka khawatir Nian atau raksasa akan mengganas di desa tersebut. Merah sangat ditakuti Nian. Warna ini dianggap mampu menghalau makhluk tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA