Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

JLNT Becakayu

Warga Kalimalang 'Nrimo' Digusur

Ahad 22 Feb 2015 19:38 WIB

Rep: Cr02/ Red: Djibril Muhammad

Aktivitas pekerja saat menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (4/2). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Aktivitas pekerja saat menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (4/2). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) melakukan pembongkaran rumah di sepanjang jalur Kalimalang dan bantaran sungai.

Pemkot Jaktim bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan hal itu terkait pelebaran jalan dan proyek jalan layang non tol (JLNT) Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Warga yang rumahnya terkena penggusuran menuruti kebijakan tersebut. Sebab, pemerintah sudah melakukan pembebasan lahan terhadap rumah yang mereka tempati sejak awal mulai akan dibangunnya proyek Becakayu pada 1997.

"Ya memang lahan sudah dibebaskan untuk proyek tol Becakayu, dari pihak kecamatan juga sudah melakukan sosialisasi," kata Wahyu(40) salah satu warga di Cipinang Melayu, Ahad (22/2).

Atas sosialiasi yang sebelumnya sudah diberikan oleh pejabat setempat, warga pun memilih untuk membongkar sendiri rumah mereka.

Seperti puluhan warga RW 10 dan RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, mereka memilih membongkar sendiri bangunan rumahnya masing-masing. Sebanyak 55 bangunan dibongkar sendiri oleh para pemiliknya setelah mereka menerima uang ganti rugi.

Pada umumnya bangunan di bantaran kalimalang ini berbentuk semi permanen dan dijadikan sebagai rumah tinggal dan tempat usaha, seperti warung makan, warnet, dan bengkel.

Seperti Roni (50), salah satu warga RT 02/10 mengaku sudah menerima uang pembebasan lahan sejak 1997 lalu. Selama proyek tol Becakayu mangkrak, ia mendirikan usaha cucian motor di lahan tersebut.

"Ya memang lahan sudah dibebaskan sejak dulu untuk proyek tol Becakayu. Kini proyek tersebut telah berjalan kembali terpaksa kami harus bongkar sendiri daripada harus dibongkar paksa," kata Roni.

Terlihat banyak alat berat di sepanjang bantaran sungai yang tengah bekerja untuk membuat pondasi tambahan untuk proyek jalan layang non tol becakayu tersebut.

Tiang-tiang yang sejak dulu sudah berdiri di sepanjang bantaran sungai mulai dari Cipinang Melayu hingga kota Bekasi mulai dibenahi kembali. Para pekerja pun menambahkan beberapa pondasi baru dengan menggunakan alat berat untuk menyambung proyek yang sempat mangkrak sejak tahun 2009 lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA