Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Banyak Garam Iodium di DIY tak Penuhi Syarat

Rabu 25 Feb 2015 10:20 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Yudha Manggala P Putra

Garam

Garam

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Di DIY cukup banyak garam iodium yang beredar tidak memenuhi syarat (kandungan iodium di bawah standar). Padahal KIO3 dibutuhkan untuk generasi penerus, karena sekarang terus digalakkan fortifikasi iodium di dalam garam.

Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanna (BBPOM) di Yogyakarta Ani Fatimah  pada Republika. Dia mengungkapkan dari hasil  pengujian terhadap 120 sampel garam beryodium di tahun 2013 sekitar 40 persen (49 sampel) tidak memenuhi syarat. Sementara itu hasil pengujian terhadap 120 sanpel garam beriodium di tahun 2014 sekitar 34 persen (41 sampel) tidak memenuhi syarat

‘’Meskipun sekarang ada penurunan jumlah garam iodium yang tidak memenuhi syarat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi penurunannya hanya sedikit sehingga kami harus bekerja keras lagi,’’ ujarnya.

Menurut dia, tidak memenuhi syaratnya garam iodium karena kandungan iodiumnya di bawah standar (kurang dari  30 ppmKIO3) misalnya kandungan Iodiumnya ada yang hanya 14 ppm KIO3, 16 KIO3.

Dia mengakui dari 120 sampel garam iodium yang diperiksa di tahun 2013 hanya tiga merk garam iodium yang sejak pembuatannya memang kandungan KIO3 di bawah standar yakni: Garam Meja, Garam Meja Cap Gajah dan Garam Iodium MM. Sementara itu garam iodium yang tidak memenuhi persyaratan lainnya karena kadar airnya cukup banyak dan KIO3nya banyak yang menguap. Hal ini disebabkan oleh salah penyimpanan.

Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen BBPOM di Yogyakarta Dyah Cahyowati mengatakan cara penyimpanan garam beriodium yang benar adalah apabila plastik garam sudah dibuka harus selalu ditutup rapat dan jangan ditaruh di mangkok terbuka. Sebaiknya dimasukkan ke dalam toples bening yang tutupnya rapat.  ‘’Jangan letakkan garam di depat kompor atau tempat yang lembab karena kandungan Iodium akan menguap,’’ jelas dia.

Seseorang yang kekurangan Iodium akan mengalami gangguan akibat kekurangan Iodium (GAKI). Iodium ini diperlukan untuk membentuk hormon tiroksin yang diperlukan oleh tubuh untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan mulai dari janin sampai dewasa.  

Ibu hamil yang kekurangan iodium bisa mengalami keguguran, janin bisa mengalami lahir mati, cacat bawaan, cebol,kelainan fungsi psiko-motor, pada anak/remaja bisa mengalami gondok, gangguan petumbuhan fungsi fisik dan mental.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA