Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Bojonegoro Pasar Gelap Fosil Binatang Purba?

Jumat 27 Feb 2015 23:39 WIB

Red: Taufik Rachman

Fosil gajah di Museum Geologi

Fosil gajah di Museum Geologi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,BOJONEGORO--Ketua Komunitas "Banyungawan Bojanegara" Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Nunung Dianawati, mengungkapkan di sejumlah lokasi di daerahnya menjadi pasar gelap transaksi jual beli fosil binatang purba.

"Pasar gelap jual beli fosil purba di Bojonegoro sudah berlangsung lama, sejak beberapa tahun lalu, sebab di daerah kami banyak ditemukan fosil binatang purba," katanya, di Bojonegoro, Jumat (27/2).

Alumnus arkeologi Universitas Udayana, Bali, ini menjelaskan lokasi yang biasa menjadi pasar gelap fosil purba di antaranya, di Prangi, Kecamatan Padangan, yang dulunya merupakan bekas Bengawan Solo purba.

Selain itu, lanjut dia, juga di Ndayakan, Kecamatan Kalitidu, yang juga biasa menjadi ajang jual beli fosil binatang purba.

"Pemburu fosil binatang purba mulai masyarakat biasa, sampai staf kantor kecamatan, bahkan penjualannya tidak hanya lokal, tapi juga sampai luar negeri," katanya.

Sesuai informasi yang diperoleh, katanya, harga fosil purba yang menjadi buruan pembeli yaitu fosil binatang darat, sampai binatang laut, dengan harga mulai Rp100 ribu/fragmen, sampai Rp25 juta/fosil.

"Harga tertinggi fosil yaitu gading gajah purba berkisar Rp20 juta-Rp25 juta, tapi kalau fosil binatang purba berupa fragmen harganya berkisar Rp100 ribu sampai Rp2 juta/fragmen," tuturnya.

Ia kemudian menyebutkan sejumlah warga di daerahnya yang menyimpan banyak fosil binatang purba tidak hanya darat, tapi juga fosil binatang laut.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), juga memperoleh tiga kepala gajah purba dari seorang warga di Kecamatan Kalitidu, dengan memberikan ganti rugi Rp2 juta.

"Tapi mereka yang menyimpan itu, selain memperoleh sendiri dengan cara mencari juga membeli dari masyarakat," tandasnya.

Seorang warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Ali Syafaat, yang dimintai konfirmasi, mengaku memiliki sekitar 100 fragmen fosil binatang purba, mulai binatang darat sampai laut.

"Saya memperoleh dari masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Ya pemiliknya saya beri uang sebagai tanda terimakasih," ucapnya.

Ia membenarkan di daerahnya menjadi pasar gelap jual beli fosil binatang purba sejak lama."Biasanya pemburu fosil binatang purba yang dijual keluar negeri warga dari Sangiran, Sragen, Jawa Tengah," tandasnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA