Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Polisi Langkat Musnahkan Ganja dan Sabu

Rabu 22 Apr 2015 14:32 WIB

Red: Ani Nursalikah

Anggota kepolisian melemparkan barang bukti narokoba jenis ganja ke api yang telah membakar sebagian ganja di lapangan Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/3). (ilustrasi) (Republika/Raisan Al Farisi)

Anggota kepolisian melemparkan barang bukti narokoba jenis ganja ke api yang telah membakar sebagian ganja di lapangan Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/3). (ilustrasi) (Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT -- Kepolisian Sektor Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara memusnahkan 2.400,57 gram ganja dan 92,7 gram sabu-sabu. Hasil tangkapan aparat dengan cara dibakar dan diblender.

"Kami musnahkan ganja dan sabu-sabu," kata Kepala Kepolisian Sektor Gebang AKP Abdul Rahman, di Gebang, Rabu (22/4).

Abdul menjelaskan ganja yang dibakar dan dimusnahkan tersebut hasil operasi penangkapan terhadap tersangka ARS alias Jumbo, warga Binjai, yang terjaring saat anggotanya melakukan razia di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di desa Air Hitam di depan SPBU.

Saat itu melintas satu unit bus, dari Langsa Aceh, lalu dihentikan oleh petugas, ternyata didalamnya terdapat tersangka yang membawa ganja, lalu diamankan.

"Pelaku ini merupakan jaringan pengedar narkoba antar provinsi, dan kasusnya sedang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Stabat," katanya.

Sedangkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 92,7 gram merupakan barang bukti dari tersangka M alias Pon warga Aceh Utara.

Abdul Rahman menegaskan jajarannya terus siap untuk memburu para sindikat narkoba baik itu antar provinsi maupun pengedar di Gebang dan akan terus memberantasnya. Ia berjanji daerah hukumnya harus terbebas dan bersih dari peredaran narkotika dan obat-oabatan berbahaya (narkoba).

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA