Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tumpahan Minyak Mentah Cemari Pantai Selatan

Senin 25 May 2015 23:36 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Tumpahan Minyak di Pantai Cilacap

Tumpahan Minyak di Pantai Cilacap

Foto: chulay212.co.cc

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Minyak mentah yang tumpah ke laut setelah terjadi kebocoran saluran pipa bawah laut milik Pertamina RU IV Cilacap pada Rabu (20/5), ternyata belum belum berhasil diatasi seluruh. Bahkan sejak Ahad (25/5) malam,  genangan minyak mentah yang awalnya hanya menggenangi kawasan lepas pantai  Pulau Nusakambangan, menyebar hingga beberapa lokasi di pantai selatan Cilacap hingga Kebumen.

"Memang ada minyak mentah yang lolos dari upaya lokalisasi yang kita lakukan, kemudian minyak-minyak tersebut menyebar terbawa gelombang laut hingga mencapai kawasan pantai selatan kabupaten Cilacap dan Kebumen sejak kemarin," kata General Affair Manager Pertamina RU IV Cilacap, Eko Hernanto, Senin (25/5).

Dari pemantauan di berbagai kawasan pantai wilayah Cilacap, minyak mentah yang berwarna hitam pekan ini antara lain menggenangi perairan obyek wisata pantai Teluk Penyu dan menyebar hingga ke beberapa titik lokasi pantai yang cukup jauh, seperti Pantai Widara Payung di wilayah Kecamatan Kroya Cilacap hingga pantai Karangbolong Kabupaten Kebumen.

Mengatasi hal ini, pihak Pertamina meminta bantuan para nelayan untuk ikut mengambil dan menampung minyak mentah yang mencapai kawasan pantai. Dengan membawa jiregan, drum dan ember, ratusan nelayan di Pantai Teluk Penyu turun ke laut bukan untuk menangkap ikan. Namun untuk menampung minyak mentah, kemudian diserahkan pada Pertamina.  

Menurutnya, kebocoran minyak mentah terjadi saat salah satu kapal tangker yang melakukan pembongkaran muatan minyak melalui Single Point Mooring (SPM) di lepas pantai Pulau Nusakambangan atau 16 mil dari garis pantai Teluk Penyu. "Untuk kapal-kapal tangker besar, memang melakukan proses pembongkaran muatan dengan menggunakan fasilitas ini karena tidak bisa bisa merapat ke dermaga Pertamina. Melalui SPM, minyak minta dialirkan ke tangki Pertamina di Cilacap melalui pipa bawah laut," jelasnya.

Namun saat proses pembongkaran muatan dilakukan,  Eko menyebutkan, ada kerusakan pada sambungan pipa karet di bagian hulu pipa bawah laut. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kebocoran, sehingga minyak minta tertumpah ke laut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA