Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Kementerian Desa Ajak Badan PBB Bangun NTT

Jumat 29 Mei 2015 13:29 WIB

Rep: C23/ Red: Djibril Muhammad

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.

Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) dan Food and Agriculture Organization (FAO).

Kerja sama tersebut untuk mempertahankan ketahanan pangan dan membangun desa yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT). ILO dan FAO merupakan badan internasional PBB yang masing-masing fokus pada permasalahan perburuhan dan pangan.

Menurut Marwan, selain meningkatkan ketahanan pangan, kerja sama ini juga dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat yang tinggal di kabupaten paling rentan dan tertinggal di NTT.

"Upaya ini dilakukan melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja, pemanfaatan peluang tenaga kerja, dan memperluas prluang kewirausahaan di bidang pertanian, kelautan, dan peternakan, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa," jelasnya usai menandatangani kesepakatan kerja sama di Menara Thamrin, Jakarta, Jumat (29/5).

Program ini sendiri akan dilaksanakan di empat kabupaten di NTT yakni Belu, Kupang, Sumba Tinur, dan Timor Tengah Selatan. Fokus pemerintah di empat kabupaten tersebut adalah memperluas kewirausahaan di bidang pertanian, terutama dalam komoditas jagung dan rumput laut.

FAO dan ILO sendiri memang telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mendukung pembangunan desa. Kerja sama itu diwujudkan Kementerian Desa dalam rangka mewujudkan nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo soal daerah dan desa tertinggal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA