Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Jenazah TKI yang Dibunuh Dipulangkan ke Indonesia

Senin 01 Jun 2015 23:10 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Jenazah (ilustrasi).

Jenazah (ilustrasi).

Foto: Immortal.org/ca

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) Winarti Musiyar yang menjadi korban pembunuhan di Mesir, tiba di rumah duka di Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (1/6) sore.

Jenazah tersebut disambut isak tangis keluarga dan ratusan warga sudah berkumpul dirumah duka sejak pagi untuk melihat jenazah Winarti terakhir kalinya. "Jenazah mbak Winarti tiba di rumah duka sore hari melalui jalur darat dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang menuju Lumajang dan semua keluarga sudah berkumpul di rumah duka," kata keluarga Winarti, Sudahar.

Jenazah winarti dibawa dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang menggunakan ambulans dan menuju Lumajang lewat Pasuruan. Jenazah TKI asal Lumajang itu didampingi perwakilan dari KBRI Kairo dan perwakilan Badan Nasional Penempatan dan Pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Pemerintah ikut belasungkawa atas meninggalnya Winarti di Kairo, Mesir," kata Perwakilan KBRI Kairo Puji Basuki.
Jenazah TKW korban pembunuhan itu diserahterimakan kepada keluarga dan pemerintah juga memberikan uang santunan kepada keluarga korban sebesar R p3 juta.

Winarti ditemukan meninggal dunia secara tragis di kamarnya yang terkunci di apartemen kediaman majikannya di Agouza, Giza, Kairo Barat. Di apartemen itu, hanya dihuni bertiga, yaitu Winarti dan majikannya, yakni pasangan suami-istri yang sudah berusia lanjut, 88 tahun.

Motif pembunuhan TKI Winarti diduga kuat adalah percobaan perampokan di rumah majikannya karena dua tersangka kasus pembunuhan itu adalah dua orang warga Mesir yang telah ditangkap oleh Kepolisian Agouza, Kairo, Mesir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA