Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tradisi 'Mesuryak', Tebar Uang untuk Antarkan Roh Leluhur

Ahad 26 Jul 2015 11:31 WIB

Red: Hazliansyah

Tradisi Mesuryak

Tradisi Mesuryak

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, TABANAN -- Warga masyarakat Desa Adat Bongan Gede, Kabupaten Tabanan, Bali menggelar tradisi "Mesuryak" atau bergembira ria bersama.

"Tradisi itu dilakukan masyarakat setempat seusai melakukan persembahyangan bersama pada Hari Raya Kuningan, rangkaian hari Raya Galungan dalam memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan)," kata salah seorang warga setempat Made Sadulaksana, Ahad.

Hari Kuningan dirayakan umat Hindu pada hari Sabtu (25/7), atau sepuluh hari setelah Galungan yang diwarnai dengan mengadakan kegiatan ritual. Ratusan masyarakat Desa Adat Bongan Gede, Kabupaten Tabanan seusai mengadakan persembahyangan itu ikut ambil bagian dalam ritual "mesuryak".

Ritual Mesuryak adalah memperebutkan uang di depan pintu masuk pekarangan rumah warga secara bergiliran. Uang yang diperebutkan warga yang dilemparkan oleh pemilik rumah tersebut bernilai jutaan rupiah.

Made Sadulaksana menjelaskan, tradisi mesuryak yang digelar warga Bongan Gede dilakukan setiap menyambut hari raya Kuningan bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur pergi ke alam nirwana.

"Tradisi ini selalu dilakukan tiap hari raya Kuningan sejak zaman nenek moyang dan sampai saat ini tidak pernah kami tinggalkan, ritual ini selalu kami gelar tiap kuningan yang jatuh setiap 210 hari sekali," ujarnya.

Made Sadulaksana menambahkan, tradisi unik itu sekaligus untuk berbagi rejeki kepada warga setempat dan pihanya menyebarkan uang kepada warga sebesar Rp 1,5 juta.

"Jumlah nominal uang yang dilemparkan ke atas lalu diperebutkan warga. Masyarakat melemparkan uang ke atas tergantung kemampuan si pemilik rumah mau menyumbangkan atau bagi bagi rejeki terhadap warga," ujarnya.

"Uang yang saya berikan kepada warga dan untuk diperebutkan merupakan hasil dari rejeki saya selama bekerja dan saya iklas agar roh leluhur bisa sampai ke tempat tujuannya," harap Made Sadulaksana.

Sadulaksana menjelaskan, yang ikut dalam tradisi mesuryak semua kalangan, anak-anak, orang dewasa hingga orang tua, baik pria maupun perempuan.

"Warga sangat antusias mengikuti ritual ini, bisa dilihat dari usia, tak hanya muda tua pun begitu terlihat semangat dalam mengikuti tradisi mesuryak atau perebut uang yang dilemparkan para pemilik rumah di luar halaman rumahnya," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA