Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Para Pendaki Lawu Bertahan dengan Sebungkus Biskuit

Kamis 30 Jul 2015 11:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas memotret foto-foto pendaki Gunung Lawu yang hilang di Pos pendakian Cemoro Kandang di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (29/7).

Petugas memotret foto-foto pendaki Gunung Lawu yang hilang di Pos pendakian Cemoro Kandang di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (29/7).

Foto: Antara/Maulana Surya

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Sebanyak tujuh pendaki Gunung Lawu telah ditemukan, Rabu (29/7). Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah Agus Haryono menjelaskan tujuh pendaki tersebut memang betul-betul tersesat saat turun dari puncak pada Selasa (27/7) pagi.

Mereka setibanya di Sendang Drajad atau di ketinggian 3.100 meter di atas permukaan laut sudah curiga terhadap jalur yang dilewati karena berbeda dengan saat mereka naik.

Mereka kemudian memutuskan berhenti di lokasi itu dan hanya berada di sekitar tempat itu.

"Tujuh pendaki itu, kemudian menginap di tempat seperti gubuk tua di Sendang Drajat dan bekal hanya tinggal sebungkus biskuit dan sebotol air mineral bertahan hingga ditemukan oleh tim SAR pada Rabu (29/7) sekitar pukul 16.30 WIB," katanya, Kamis (30/7).

Tim SAR gabungan memaksimalkan pencarian tujuh pendaki yang hilang di Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar sejak Sabtu (25/7) hingga Rabu (29/7). Sekitar 103 relawan diturunkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir berbagai lokasi di gunung tersebut.

Menurut Kepala Polres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra, Tim SAR gabungan maksimalkan pencarian tujuh pendaki hingga Rabu (29/7), karena mereka diduga membawa perbekalan terbatas.

Ia mengatakan tujuh pendaki yang masih remaja dan anak-anak tersebut, melakukan pendakian melalui pintu Cemoro Kandang Tawangmangu pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebelum dinyatakan hilang, mereka hingga Selasa (28/7) pagi masih bertemu pendaki lainnya di sekitar puncak. Mereka dalam kondisi sehat dan berfoto-foto di lokasi puncak.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA