Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Hutan Gunung Merbabu Terbakar lagi

Senin 07 Sep 2015 07:25 WIB

Rep: edy setiyoko/ Red: Esthi Maharani

Gunung Merbabu

Gunung Merbabu

Foto: efenerr.wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Bencana kebakaran kembali melanda hutan Gunung Merbabu. Kobaran titik api pertama kali terjadi di kawasan semak hutan Dukuh Tritis, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, pada akhir pekan.

Kobaran api cepat merambat ke areal hutan lain. Ini akibat terdapat material yang mudah terbakar karena mengering, dan terpaan angin kencang.

''Kobaran api sulit dipadamkan,'' kata seorang relawan, Senin (7/9).

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya, upaya pemadaman terus dilakukan. Namun, kerja petugas dan masyarakat tak mampu menjinakan kobaran api.

Hingga kini, petugas, relawan, maupun warga sekitar kawasan hutan, kesulitan menjinakan kobaran api. Ini karena kawasan hutan Gunung Merbabu yang terbakar medan sulit dijangkau. Lokasinya cukup terjal dan curam menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

Seperti dalam penanganan kasus kebakaran beberapa pekan lalu, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, SAR, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, dan masyarakat sekitar kawasan hutan, dilibatkan. Petugas terus fokus berupaya memadamkan api dengan cara manual.

Menurut Yoyok, panggilan Fajar Kurniawan Prasetya, petugas yang diterjunkan tak hanya berupaya memadamkan kobaran api. Tapi, lebih difokuskan melokalisir api. Sehingga tidak sampai merembet ke hutan dekat dengan pemukiman warga.

Selain terkendala medan, kata Yoyok, petugas juga terkendala angin kencang yang berimbas pada api cepat membesar. Kondisi ini mengakibatkan api di beberapa titik belum berhasil dipadamkan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA