Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Polri Diharap Antisipasi Lonjakan Angka Kejahatan Akhir Tahun

Kamis 17 Sep 2015 19:22 WIB

Rep: C16/ Red: Djibril Muhammad

Neta S Pane

Neta S Pane

Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajaran kepolisian diminta segera mengantisipasi lonjakan angka kejahatan menjelang akhir tahin 2015.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Netw S Pane mengkhawatirkan munculnya berbagai bencana dan kondisi sosial ekonomi akhir-akhir ini bisa berdampak pada melonjaknya angka kejahatan di Indonesia.

"Apalagi peredaran senjata api ilegal seperti tidak terkendali," ujar Neta, Kamis (17/9).

IPW melihat sedikitnya ada lima kondisi yang memberi kontribusi pada melonjaknya angka kejahatan menjelang akhir 2015 maupun awal 2016. Yaitu, meluasnya bencana asap, terjadinya bencana kekeringan, PHK akibat krisis ekonomi pascamelonjaknya dolar AS terhadap rupiah, pilkada serentak Desember 2015, dan tingginya kebutuhan ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru 2016.

Menurut Neta, makin meluasnya bencana asap di Sumatera dan Kalimantan serta meluasnya kekeringan di Jawa telah membuat kesulitan ekonomi di pedesaan. Sehingga dikhawatirkan akan memunculkan arus urbanisasi di kota-kota besar. Sementara, akibat berkembangnya krisis ekonomi dengan tidak terkendalinya dolar AS, para pekerja di kota-kota besar terancam PHK.

IPW mengimbau berbagai pihak patut mencermati tragedi pedesaan akan terus berlanjut hingga awal 2016. "Desa-desa di Jawa kekeringan dan desa desa di Sumatera dan Kalimantan dikepung asap. Kebakaran hutan yang berkepanjangan membuat sumber air punah dan krisis ekonomi akan menerjang wilayah pedesaan," papar Neta.

Dampaknya urbanisasi akan semakin marak. Rakyat desa akan mengepung kota. Sementara di kota PHK mengancam industri. Akibatnya pengangguran kota plus pengangguran desa mengepung kota kota besar.

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Neta, jalan pintas yang diambil sebagian pihak biasanya adalah terjebak dalam dunia kriminalitas. "Fenomena ini tentunya perlu dicermati dan diantisipasi Polri," ujar Neta.

Sementara Polri juga harus berkonsentrasi penuh untuk mengantisipasi Pilkada serentak yang berlangsung akhir 2015 ini. Dalam hal ini tentunya Polri tidak bisa bekerja sendiri. Pemda dan TNI perlu memberikan kontribusi besar untuk bahu membahu dengan Polri dalam mengantisipasi kondisi sosial ini agar situasi kamtibmas tetap terjaga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA