Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Manusia Sebagai Fondasi Pembangunan Desa

Sabtu 31 Okt 2015 14:14 WIB

Rep: C27/ Red: Yudha Manggala P Putra

Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar menaruh perhatian besar agar dana desa segera tersalurkan ke desa.

Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar menaruh perhatian besar agar dana desa segera tersalurkan ke desa.

Foto: Kemendes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Pemberdayaan Masarakat Desa, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika mengatakan, daerah dan desa merupakan tulang punggung negara. Dengan menggunakan manusia sebagai fondasi merupakan keuntungan yang dimiliki daerah.

"Infrastruktur penting, keaneka ragamaan kegiatan ekonomi perlu, tetapi kalau kapabilitas manusia tidak memadai, maka dalam jangka panjang maka terus menjadi persoalan," ujar Ahmad dalam diskusi "Akhirnya Jokowi Pakai APBN Sendiri" di Menteng, Jakarta, Sabtu (31/10).

Untuk mewujudkan pemberdayaan manusia, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meminta kepada seluruh perangkat desa agar sebagin dana desa digunakan untuk ekspansi kapabilitas manusia. Menurutnya, dengan cara seperti itu membuat masyarakat desa tidak hanya  menjemput peluang, tapi juga bisa membuka kesempatan sendiri.

"Kami ingin desa mencapai level kemandirian tertentu dengan penghubung desa sebagai suatu cara  untuk mengurangi derajat ketergantungan," kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, saat ini desa memiliki sumber daya pokok. Hanya saja  desa tidak memiliki kebijakan dan fasilitas yang cukup memadai dari pemerintah.

Agar menyelesaikan permasalahan tersebut, segala macam upaya harus dikerahkan. Dengan begitu desa dapat menggerakan kembali kesempatan peluang, sehingga bisa menjadi lumbung ekonomi sendiri.

Jika desa sudah dapat memiliki lumbung ekonomi sendiri dan dapat memanfaatkan sumber ekonomi yang ada, maka bisa meningkatkan produktifitas dan menciptakan nilai tambah tidak hanya dari segi ekonomi.

Namun, aspek lain seperti partisipasi perempuan, pelestarian lingkungan, nilai-nilai sosial dapat menjadi nilai tambah bagi karakter inti masyarakat desa.  Hal ini juga sejalan dengan atensi APBN yang memasukan indeks pembangunan manusia. "Artinya wawasan pemerintah sudah jauh lebih manusiawi dalam memandang pembangunan saat ini," ujar Ahmad.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA