Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Kesal, Ahok Hentikan Sewa Truk Sampah Swasta

Selasa 10 Nov 2015 12:16 WIB

Rep: c26/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah truk sampah DKI Jakarta antre memasuki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/11) dini hari.

Sejumlah truk sampah DKI Jakarta antre memasuki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/11) dini hari.

Foto: Antara/Risky Andrianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tahun depan tidak ada lagi penyewaan truk sampah kepada pihak swasta. Basuki menyebutkan Pemprov DKI akan mencukupkan kebutuhan truk pengangkut sampah ke Bantargebang dengan membeli sendiri.

"Nggak ada sewa (truk sampah) lagi tahun depan," kata Basuki di Lapangan Ex IRTI, Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/11).

Ahok, sapaan akrabnya menyebutkan dinas kebersihan sudah membeli 352 truk sampah baru saat ini. Jumlah ini akan terus ditambah ratusan unit kembali hingga akhir tahun 2015.

Upaya ini dilakukan dalam rangka mencukupi kebutuhan truk yang selama ini banyak menyewa dari pihak swasta. Sebab dinas terkait kekurangan truk mengingat jumlah sampah Ibu Kota yang luar biasa banyaknya. "Jadi tahun depan total semua truk akan kita cukupin angkut sampahnya," ujarnya.

Selain itu pembelian truk sampah ini juga dinilainya dapat menghembar anggaran. Pemprov DKI tidak perlu memgeluarkan biaya sewa serta tambahan lainnya.

Apalagi menurutnya selama ini  truk swasta sering membuat kesalahan yang membuat nama Jakarta menjadi buruk. Misalnya truk yang tidak terawat dan bocor sehingga mengeluatkan air licid yang banyak diprotes masyarakat sekitar.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut pihaknya menyewa sekitar 300 truk sampah kepada pihak swasta. Truk-truk tersebut didatagkan dari sekitar 12 perusahaan swasta. Namun ia memastikan penyewaan ini akan berlangsung sampai akhir Desember 2015.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA