Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

JK: KIH Bukan Berganti Nama, Tapi...

Jumat 13 Nov 2015 11:40 WIB

Red: Indah Wulandari

Wapres Jusuf Kalla didampingi Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang tengah berseteru.

Wapres Jusuf Kalla didampingi Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang tengah berseteru.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Koalisi Indonesia Hebat tidak berganti nama, melainkan mengalami perubahan posisi koalisi menjadi Partai Pendukung Pemerintah.

Hal itu disampaikan Wapres Kalla menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi partai pendukung Pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam (12/11).

"(KIH) Bukan berganti nama, tapi posisinya Partai Pendukung Pemerintah," kata Wapres di Jakarta, Jumat (13/11).

Wapres menambahkan pertemuan Kamis malam juga membahas mengenai perkembangan pemerintahan, termasuk di bidang ekonomi dan iklim politik.

"Ya biasa kan membahas tentang Pemerintah, membahas ekonomi dan iklim politik," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy mengungkapkan telah terjadi pertemuan tertutup antara Presiden, Wapres dan para pimpinan partai Koalisi Indonesia Hebat.

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Selain itu hadir pula para sekretaris jenderal dari masing-masing partai pendukung.

"Dalam rapat tadi disepakati (KIH) diubah namanya menjadi partai-partai pendukung pemerintah," kata Romahurmuziy dalam keterangan tertulisnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA