Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Pencinta Alam, Hutan Gunung Papandayan Butuh Aksimu!

Senin 30 Nov 2015 11:05 WIB

Rep: c 10/ Red: Indah Wulandari

Kawah Gunung Papandayan

Kawah Gunung Papandayan

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Hutan Gunung Papandayan Kabupaten Garut, Jawa Barat hangus terbakar sekitar seluas 300 hektare pada September 2015 lalu sehingga merusak ekosistem yang ada di area kebakaran.

Pegiat Pencinta Alam di Garut, Ketua Komunitas Kuya Naik Gunung Toni Rustani mengatakan, kondisi hutan Gunung Papandayan pascakebakaran sangat parah.

Tegalalun yang dulu banyak ditumbuhi bunga edelweis, kini habis tidak tersisa lagi. Tebing Papandayan yang awalnya hijau juga nampak habis terbakar. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.

“Teman-teman pegiat pecinta alam kemarin menggelar aksi peduli lingkungan dengan menanam 500 bibit pohon Cantigi di Gunung Papandayan," kata Toni kepada Republika.co.id, Senin (30/11).

Toni menjelaskan, hutan yang rusak jika tidak segera ditanggulangi akan menimbulkan dampak negatif. Karena kondisi tersebutlah komunitas pegiat pencinta alam melakukan penghijauan.

Ia berharap, melalui aksi peduli lingkungan mejadi awal penghijauan di hutan Gunung Papandayan, terutama lebih banyak lagi komunitas pecinta alam yang berpartisipasi dalam melakukan penghijauan.

Pohon Cantigi sendiri memiliki peran yang sangat penting di alam. Pohon Cantigi dapat tumbuh ditanah yang hanya memiliki sedikit kandungan nutrisi dan bisa hidup dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung. Selain itu, yang paling penting akar pohon Cantigi sangat kuat mencengkram tanah. Keberadaan pohon tersebut akan mencegah terjadinya longsor.

Menurut Toni, para pendaki gunung sebaiknya membiasakan diri membawa bibit pohon. Mereka bisa menanam pohon saat sedang melakukan aktivitas pendakian. Hal tersebut akan menjadi contoh dan motivasi bagi pendaki lain. Lebih jauh dari itu akan menjadi budaya baru yang positif.

"Pecinta alam tidak hanya menikmati alam tapi juga menjaga alam," ujar Toni.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA