Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Presiden Tinjau Anjugan Indonesia di KTT Perubahan Iklim

Selasa 01 Dec 2015 03:32 WIB

Red: Esthi Maharani

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo di pintu pesawat kepresidenan.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo di pintu pesawat kepresidenan.

Foto: Setkab

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden RI Joko Widodo meninjau anjungan Indonesia di sela-sela acara KTT Perubahan Iklim atau COP21, di Paris, Prancis, Senin (30/11).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

 

Kunjungan Presiden Jokowi ke anjungan Indonesia dilakukan di sela-sela rangkaian acara KTT Perubahan Iklim di arena Parc Des Expositions Du Bourget Paris, Prancis. Presiden Jokowi juga menyempatkan diri untuk berfoto di depan anjungan Indonesia.

Kehadiran Presiden Jokowi ke dalam anjungan tersebut menarik perhatian sejumlah delegasi dan media untuk melihat dari dekat. Pada kesempatan tersebut Presiden juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama panitia pengelola anjungan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan pidatonya atas pandangan Indonesia dalam COP 21 dalam bahasa Indonesia di hadapan sejumlah peserta KTT. COP 21 ini memiliki arti penting karena salah satunya membicarakan mengenai tindak lanjut setelah berakhirnya protokol Kyoto.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengharapkan kesepakatan Paris haru dapat mencerminkan keseimbangan, keadilan, serta sesuai dengan prioritas dan kemampuan nasional. Kemudian, juga harus dapat mengikat, jangka panjang, ambisius, tetapi tidak menghambat pembangunan negara berkembang.

"Untuk mencapai kesepakatan Paris, semua pihak, saya ulangi, semua pihak harus berkontribusi lebih dalam aksi mitigasi dan adaptasi, terutama negara maju," kata Presiden Jokowi.

Kontribusi yang dimaksud Presiden Jokowi adalah dengan melakukan mobilisasi pendanaan sebesar 100 miliar dolar AS hingga 2020, dan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya serta transfer teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA