Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

BPOM: Masyarakat Perlu Waspadai Nomor Produk Palsu

Rabu 23 Dec 2015 10:10 WIB

Rep: C30/ Red: Winda Destiana Putri

  Petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukan jenis-jenis makanan yang berbahaya kepada warga yang mengunjungi Car Free Day (CFD) Thamrin, Jakarta, Ahad (13/9). (Republika/Raisan Al Farisi)

Petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukan jenis-jenis makanan yang berbahaya kepada warga yang mengunjungi Car Free Day (CFD) Thamrin, Jakarta, Ahad (13/9). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap akan membeli makanan kemasan tentu tidak lupa untuk melihat tanggal produksi dan batas kedaluwarsa produk tersebut.

Namun ada yang mesti Anda waspadai, nomor kode produksi tersebut bisa saja palsu.

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Tetty H. Sohombing mewanti-wanti hal demikian pada seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya, menurut dia ada saja kode produksi tidak sesuai dengan makanan yang dibeli.

Misalnya, saat kita hendak membeli biskuit ternyata setelah nomornya di cek yang keluar justru nomor kode produksi permen. Hal-hal nakal seperti ini yang harus patut dihindari.

"Kalau menemukan seperti itu segera lapor," ujar Tetty pada wartawan saat ditemui di Aula BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Cara mengeceknya, ditambahkan oleh Tetty saat ini BPOM sudah memiliki aplikasi "CekKIK" yang tersedia di warung aplikasi. Bila menggunakan aplikasi tersebut maka akan diketahui cek kemasan, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa.

"Pokoknya kalau menemukan makanan kedaluwarsa cara amannya segera tinggalkan produk tersebut," tegas Tetty.

Tetty juga berharap kepada para pelaku usaha untuk sadar bahwa apa yang dilakukannya ini merugikan masyarakat dan usahanyan. Serta Tetty juga menghimbau supaya masyarakat lebih teliti dan kritis lagi.

Dan apabila mendapatkan barang yang tidak layak konsumsi maka masyarakat bisa melaporkannya pada BPOM dengan menghubungi 1500533. Adapun untuk aplikasi "CekKIK" bisa diunduh di toko aplikasi dan dapat digunakan disemua ponsel android.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA