Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

2015, KLR Jabodetabek Layani Lebih dari 250 Juta Penumpang

Rabu 30 Dec 2015 20:02 WIB

Rep: c33/ Red: Dwi Murdaningsih

Kereta api (KRL) yang beroperasi di Jabodetabek.

Kereta api (KRL) yang beroperasi di Jabodetabek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mendata realisasi penumpang KRL hingga 22 Desember 2015 telah mencapai 99 penumpang dari program di tahun 2015 ini, atau mencapai 250.850.906 penumpang dari target 253.355.851 penumpang. Penumpang KRL terus pengalami peningkatan dari tahun 2014.

Direktur Utama KCJ Muhammad Nurul Fadhila mengatakan realisasi penumpang hingga akhir tahun ini diperkirakan dapat mencapai 104 perseb dari program tahun 2015. Menurutnya, jumlah penumpang hingga 22 Desember ini telah jauh melampaui jumlah total penumpang KRL sepanjang tahun 2014 lalu, yaitu 206.783.321 penumpang.

"Angka rata-rata penumpang per hari juga telah meningkat sekitar 24,6 persen dari total volume 566.529 per hari pada tahun 2014 menjadi sekitar 737.037 penumpang per hari pada akhir tahun 2015," katanya, Selasa (29/12).

Ia menjelaskan KCJ mampu merealisasikan program tersebut dengan menjalankan 74 rangkaian kereta (loop). Menurutnya, jumlah tersebut lebih banyak dibanding program perusahaan untuk tahun 2015.  Meski demikian ia masih merasa adanya sejumlah kendala dalam pengoperasian sarana KRL.

"Dampaknya frekuensi perjalanan saat ini dimana jumlah 887 perjalanan per hari masih belum mencapai program tahun 2015," ujarnya

Ia meyakini salah satu kendala yang dihadapi dalam hal operasi adalah kondisi prasarana yang belum menunjang. Alhasil KCJ belum menambah jumlah perjalanan secara signifikan hingga November 2016. Ia mengatakan penambahan perjalanan diprogramkan akan kembali dilakukan pada akhir tahun 2016.

"Target hingga 1000 perjalanan per hari pada tahun 2017," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA