Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Jumlah Migran Dominasi Balikpapan

Senin 04 Jan 2016 07:04 WIB

Red: Indah Wulandari

Calon penumpang usai check in untuk naik pesawat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (22/3).

Calon penumpang usai check in untuk naik pesawat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (22/3).

Foto: Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID,BALIKPAPAN -- Pertumbuhan alami penduduk Balikpapan, Kalimantan Timur kalah cepat dengan arus laju pendatang ke "Kota Minyak".

Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan, selama 2015 terjadi 12.199 kelahiran atau pertambahan penduduk alami.

"Dan sepanjang tahun itu juga terjadi migrasi sebanyak 31.199 jiwa," Kepala Disdukcapil Balikpapan Chairil Anwar, Senin (4/1).

Jumlah kematian di Kota Minyak sepanjang 2015 adalah 2.893 jiwa.

Dengan demikian, di akhir 2014 lampau jumlah penduduk Balikpapan adalah 703.915 jiwa, maka di akhir 2015 lalu jumlahnya sudah mencapai 736.807 jiwa.

"Dari semua faktor itu, kelahiran, kematian, dan migrasi, didapat angka pertumbuhan 4,22 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Nur Wahid pada kesempatan terpisah.

Umumnya diketahui di Balikpapan, kedatangan orang ke Kota Minyak adalah untuk mencari pekerjaan. Sebagian besar sesungguhnya didatangkan sejumlah perusahaan yang melayani industri minyak dan gas, dan kemudian juga pertambangan batubara.

"Jadi sebagian mereka yang datang ke Balikpapan memang sudah mendapat pekerjaan," kata Chairil Anwar.

Industri migas menghela industri perhotelan, transportasi, pengantaran barang, properti, teknologi informasi, komunikasi, perdagangan, hingga pendidikan.

Untuk mengurangi kedatangan pencari kerja yang tidak memiliki keterampilan, Kota Minyak menerapkan aturan setiap pendatang harus menyerahkan uang jaminan yang besarnya ditentukan sekurangnya senilai harga tiket kapal laut ke daerah asal yang bersangkutan.

Pendatang kemudian diberi waktu tiga bulan untuk mencari pekerjaan.

"Biasanya  selalu dapat pekerjaan. Sampai hari ini di Balikpapan masih pekerjaan yang mencari orang," kata Jufriansyah, Direktur Stabil, lembaga yang berkhidmat pada persoalan-persoalan kota.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA