Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Industri Rokok Bagai Makan Buah Simalakama

Kamis 07 Jan 2016 22:53 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Rokok kretek ditolak dijadikan salah satu warisan budaya Indonesia karena dianggap tidak mempertimbangkan aspek kesehatan.

Rokok kretek ditolak dijadikan salah satu warisan budaya Indonesia karena dianggap tidak mempertimbangkan aspek kesehatan.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR RI, Okky Asokawati menuturkan, angka kemiskinan bisa turun jika masyarakat yang tergolong kurang mampu, mengurangi pembelian rokok.

"Akibat rokok, keluarga tidak dapat memenuhi standar hidup yang layak yang salah satunya melalui asupan makanan," kata dia di Jakarta, Rabu (6/1).

Pernyataan itu disampaikan anggota dewan dari Fraksi PPP guna menanggapi rilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan ini. Data BPS mengungkapkan, angka kemiskinan di Indonesia disumbang belanja rokok.

BPS merilis angka kemiskinan di Indonesia untuk September 2015, baik di kota maupun di desa, karena kontribusi rokok. Rokok menjadi komoditas terbesar setelah beras, yakni sebesar 8,08 persen di Kota dan 7,68 persen di desa.

Artinya, pengeluaran keluarga yang besar setelah beras adalah rokok.

"Akibatnya, keluarga tidak lagi mampu mencukupi karbohidrat yang sehat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA