Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Sukabumi Kesulitan Cari Lahan untuk TPU

Senin 18 Jan 2016 16:05 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: achmad syalaby

Pemakaman umum (Ilustrasi)

Pemakaman umum (Ilustrasi)

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI—Lahan tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Sukabumi sudah hampir habis. Dampaknya, Pemkot Sukabumi tengah berupaya untuk mencari lahan baru untuk pembangunan TPU.

"Namun, untuk mencari lahan tersebut sangat sulit,’’ ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sampah Pertamanan dan Pemakaman (DPSPP) Kota Sukabumi Lilis Astri Suryanita kepada wartawan Senin (18/1).

Dia menjelaskan,  luasan wilayah kota sangat terbatas. Sementara kata Lilis, lahan untuk TPU minimal sekitar sepuluh hektare. Hal ini sejalan dengan permintaan dari Wali Kota Sukabumi Mohamaad Muraz yang meminta adanya lahan baru yang cukup luas untuk TPU.  

Di Sukabumi terdapat enam TPU baik untuk Muslim mapun nonmuslim. Pemakaman Muslim terletak di TPU Taman Bahagia seluas 5.000 meter persegi, TPU Taman Rohmat 25.000 meter persegi, TPU Ciandam seluas 9.900 meter persegi, dan TPU Binong seluas 8.800 meter persegi. Sementara untuk nonmuslim lanjut Lilis, yakni TPU Kerkhof dan TPU Cikundul.

Diterangkan Lilis, dari sejumlah TPU itu tiga diantaranya sudah habis yakni TPU Binong, TPU Rahmat, dan TPU Taman Bahagia. Sementara TPU Ciandam rencananya akan digunakan untuk pemakaman keluarga anggota legislatif dan eksekutif. Sehingga TPU yang hampir habis khususnya untuk warga muslim. Sedangkan bagi warga nonmuslim masih cukup tersedia.

Untuk mengatasi hampir habisnya lahan TPU terang Lilis, pemkot tengah mencari lokasi TPU yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain itu menyiapkan lahan pemakaman baru di dekat TPU Ciandam seluas 2.400 meter persegi. Upaya lainnya tutur Lilis yakni dengan menerapkan pola penguburan yang baru seperti mewacanakan pemakaman bertingkat atau two in one. Namun, hal ini masih harus dikaji lebih mendalam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA