Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Inggris Sediakan 8,5 Juta Poundsterling untuk Protarih

Rabu 20 Jan 2016 10:19 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Kedatangan PM Inggris. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik memberikan keterangan pers kepada jurnalis di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Ahad (26/7).

Kedatangan PM Inggris. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik memberikan keterangan pers kepada jurnalis di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Ahad (26/7).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Inggris menyediakan 8,5 juta Poundsterling untuk Program Protarih (Program Tata Ruang dan Investasi Hijau) guna mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, di Jayapura, Rabu (20/1) mengatakan, program Protarih ini untuk mencegah penggundulan hutan dalam skala besar dan memperbaiki perencanaan tata ruang di Provinsi Papua.

"Ini adalah kunjungan kedua kami ke Papua (Jayapura) dan kunjungan pertama ke Manokwari, di mana bagian dari program kunjungan reguler Kedutaan Inggris," katanya.

Moazzam menjelaskan, pihaknya berada di Provinsi Papua untuk membahas beberapa isu demi kepentingan bersama seperti perubahan iklim, pendidikan dan pembangunan. "Dalam agenda kali ini, saya sangat senang bisa mengunjungi Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Universitas Papua (Unipa). Kami ingin mempromosikan kerja sama pendidikan dengan Inggris dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat Papua untuk belajar di Inggris, termasuk beasiswa Inggris Chevening," ujarnya.

Dia menjelaskan, Inggris mendukung secara penuh integritas teritori dan kedaulatan Indonesia. Moazzam mengatakan Inggris  mengakui Papua sebagai bagian dari Indonesia. "Kami juga mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menanggulangi masalah-masalah di Papua," katanya lagi sambail menambahkan pihaknya berharap bisa menyaksikan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah bangsa ini.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA