Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Puncak Musim Hujan Diprediksi Akhir Januari Hingga Februari

Rabu 27 Jan 2016 15:25 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ani Nursalikah

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan di Jakarta dan sekitarnya akan terjadi sepanjang Januari-Februari 2016. Untuk itu Pemprov dan warga Jakarta diminta mempersiapkan diri menghadapi ancaman bencana banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan di Jakarta dan sekitarnya akan terjadi sepanjang Januari-Februari 2016. Untuk itu Pemprov dan warga Jakarta diminta mempersiapkan diri menghadapi ancaman bencana banjir.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai musim hujan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir Januari hingga Februari 2016.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo mengatakan, hampir 90 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Terkait El Nino, ia mengatakan, masih menunjukkan intensitas kuat, namun terus meluruh dan diperkirakan memasuki fase netral pada Maret atau April mendatang.

"Diprediksi potensi kemunculan La Nina yang berdampak pada meningkatnya curah hujan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator," ujarnya di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/1).

Yunus menambahkan, potensi hujan lebat di Indonesia diperkirakan akan semakin meningkat pada akhir Januari hingga Februari 2016, ditandakan dengan aktifnya moonsoon dingin asia yang disertai dengan seruakan dingin (cold surge), fase Madden Julian Oscillation yang menunjukkan fase basah di wilayah maritim kontinen (Indonesia), Indian Ocean Dipole yang bernilai negatif, serta potensi daerah Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ).

Prakiraan dalam sepekan ke depan, potensi hujan lebat meliputi wikayah Sumatera bagian utara dan selatan, Jawa, Jabodetabek, Bali, NTB, NTT, Sulawesi tengah dan selatan, Kalimantan Barat dan Selatan, Maluku bagian tengah, dan Papua bagian tengah.

Yunus melanjutkan, potenai gelombang 1,25 sampai 2,5 meter juga berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Bali, Laut Natuna, Selat Makasaar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan utara Sumbawa hingga utara Flores, laut Arafuru.

Untuk potensi tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter, lanjutnya, berpeluang terjadi di perairan utara Aceh, Perairan Kepulauan Natuna hingga Kepulauan Anambas, Perairan selatan NTB hingga NTT, perairan Kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, laut Halmahera dan samudera pasifik utara Halmahera hingga Papua.

"Potensi gelombang lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di wilayah laut Cina Selatan, dan perairan timur Filipina," katanya menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA