Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

IPW: Selama Januari, 34 Orang Tewas Dibunuh

Senin 01 Feb 2016 11:38 WIB

Red: Esthi Maharani

Pembunuhan

Pembunuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Police Watch (IPW) mencatat sebanyak 34 orang tewas dibunuh selama Januari 2016.

"Bulan pertama tahun 2016 angka kriminalitas pembunuhan tergolong tinggi, ada 34 orang tewas dibunuh di Indonesia, terdiri dari 22 lelaki, 7 wanita, dan 5 polisi juga tewas dibunuh," kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, Senin (1/2).

IPW mendata, angka pembunuhan bulan Januari ini jauh lebih tinggi dibanding Januari 2015 yang hanya ada tiga korban tewas akibat dibunuh.

"Pada Januari 2016, lelaki yang paling banyak jadi korban pembunuhan dibanding wanita. Wilayah paling rawan bagi lelaki adalah wilayah hukum Polda Metro Jaya. Di sini ada sembilan lelaki yang terbunuh. Sedangkan wilayah yang paling rawan bagi perempuan adalah Jatim. Di wilayah ini ada tiga perempuan dibunuh selama Januari 2016," katanya.

Pihaknya mencatat dari 22 pria tewas, sebanyak 18 pria dibunuh dengan senjata tajam dan tiga ditembak. Sedangkan 7 wanita yang dibunuh sepanjang Januari 2016, enam dibantai dengan senjata tajam dan satu diracun.

Data Januari 2016 ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar korban tewas dibunuh di jalanan oleh pelaku kejahatan.
Karena itu, ujar Neta, Polri perlu meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan maupun kawasan strategis serta mengaktifkan call center kepolisian secara maksimal, sehingga berbagai aksi kejahatan, terutama yang memakan korban jiwa bisa diantisipasi.

"Peningkatan angka pengangguran dan banyak PHK serta kondisi perekonomian yang sulit dikhawatirkan memicu tingginya angka kriminalitas yang membawa korban jiwa. Polri perlu bekerja lebih keras lagi untuk menekan angka kematian akibat kejahatan ini di masa mendatang," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA