Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tangsel Ajak Gerakan Indonesia Diet Plastik

Senin 22 Feb 2016 14:24 WIB

Rep: C35/ Red: Winda Destiana Putri

Kantong plastik.

Kantong plastik.

Foto: Flickr.com

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meluncurkan dan mensosialisasikan penggunaan plastik berbayar kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Gerakan Indonesia diet plastik , pada Ahad (21/2) di Bintaro X Change Mall.

Launching pada hari tersebut bertepatan dengan peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari.

Penggiat lingkungan hidup dari Gerakan Indonesia Diet Plastik Dithi Sofia mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai kegiatan dalam rangka mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Pada tahun 2010 dimulai dari komunitas dan diadakan petisi yang telah ditandatangani oleh lebih dari 70 ribu netizen. Saat ini telah didukung oleh Kementerian dalam wujud gerakan yang nyata yaitu pengurangan kantong plastik dengan sistem berbayar," ujarnya dalam sosialisasi tersebut di Tangerang Selatan, Ahad (22/2).

Kota Tangsel yang menjadi salah satu kota dalam program percontohan dari Kementerian sejalan dengan program Walikota yang berniat mengurangi penggunaan kantong plastik.

Menurut Dithi, dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat memahami bukan karena sebuah harga yang harus dibayarkan namun lebih kepada sebagai cara yang efektif untuk mengurangi kantong plastik. Dimana ditetapkan harganya hanya 200 rupiah per kantong plastik.

"Mungkin masyarakat menilai Rp 200 masih terlalu murah dan mudah untuk membayar sebuah kantong plastik namun pada dasarnya bukan karena hal itu, tetapi tahapan edukasi kepada masyarakat," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Dithi menjelaskan, berdasarakan hasil survey di dua Kota yakni Jakarta dan Bandung diketahui satu orang minimal menggunakan dua kantong plastik per harinya. Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan dengan jumlah penduduk yang cukup padat tersebut.

Untuk itu, dengan kantong berbayar seharusnya menjadi kesadaran bersama bagi masyarakat bahwa dengan menggunakan kantong plastik berbayar dapat dijadikan hukuman sehingga terbiasa dengan kegiatan yang baik untuk lingkungan itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA