Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

UBK Sukaratu Siap Kalahkan Produk Branded

Kamis 03 Mar 2016 20:21 WIB

Red: Winda Destiana Putri

UBK Sukaratu Siap Kalahkan Produk Branded

UBK Sukaratu Siap Kalahkan Produk Branded

Foto: Dok: Kemendesa

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Usaha Komunitas Bersama (UBK) R2M Desa Sukaratu siap mengalahkan produk-produk branded. Baru satu bulan berjalan saja, produk UBK sudah laris dipasaran.

"Kami optimis, karena respon masyarakat sangat tinggi. Kualitas produk pun tidak kalah dengan produk bermerk," ujar Irman Supriatman, Kepala Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Menurutnya, program UBK yang telah dicanangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sangat membantu aktifitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan adanya program UBK, kreatifitas masyarakat semakin meningkat.

"Pengelolanya ini ibu-ibu semua. Jadi, ibu-ibu yang awalnya tidak ada aktifitas, sekarang aktif di UBK," ujarnya.

Iroh Nafiroh, Ketua UBK R2M Sukaratu menjelaskan, produk yang dihasilkan oleh UBK tersebut terbagi 3, yakni deterjen cair, sabun cuci piring cair dan pewangi pakaian. Meski kualitas produk tidak kalah dengan produk branded, harga yang ditetapkan untuk produk tersebut sangat terjangkau.

"Sabun cuci piring, cuma 2.500 per 220 mililiter. Deterjen juga sama, semua sangat murah dan terjangkau," ungkapnya.

Ia mengatakan, berdirinya UBK tersebut, sebagian besar atas support, bantuan.dan bimbingan dari Kemendesa PDTT. Bantuan yang diberikan mulai dari alat produksi, bahan baku utama dan pelatihan produksi.

"Alat-alat produksi semua bantuan dari Kemendesa, bahan baku utama juga, dan ada pelatihan juga. Kalau anggaran untuk operasional, kita sistem tanam saham dari anggota, yakni per saham Rp 20.000," ungkapnya.

Iroh menjelaskan, UBK tersebut adalah bentuk kerjasama dari 3 Desa, yakni desa Sukaratu, Sukaraja dan Sukamaju. Produksi dilakukan dari senin hingga kamis, di rumah produksi desa Sukaratu.

"Kita sekarang sedang mengupayalan standarisasi produk, agar produk kita bisa dipasarkan di berbagai supermarket. Kita yakin pasti bisa bersaing di pasaran. Karena kemarin, 1 bulan setelah launching Desember itu, langsung laku 500 pcs," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA