Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Masih Ada Peritel Gratiskan Plastik Selama Sosialisasi

Jumat 04 Mar 2016 19:39 WIB

Rep: C32/ Red: Winda Destiana Putri

Kantong plastik.

Kantong plastik.

Foto: Flickr.com

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Salah satu minimarket tak jauh dari Pusat Grosir Bogor (PGB) masih memilih untuk mengratiskan plastik.

Pramuniaga di minimarket melakukan hal tersebut tak setiap kali, namun hanya ketika konsumen belum tahu dan tidak membawa kantung belanja sendiri.

"Di kasir sudah kita beri tahu, tapi beberapa ada yang belum tahu makanya digratiskan. Tapi kita tetap kasih tahu kalau harus bawa kantung sendiri," kata pramuniaga di minimarket tersebut kepada Republika, Jumat (4/3).

Menurutnya ketika menggratiskan seperti kepada konsumen yang baru saja ia layani, tidak berarti tak ada pemberitahuan alasan plastik berbayar. Ia memilih menggratiskan namun konsumen diingatkan juga untuk lain kali membawa kantung yang bisa digunakan berkali-kali ketika berbelanja kembali.

Di sisi lain, konsumen yang dilayani tersebut ternyata merasa aneh ketika sudah berniat mau mengurangi plastik. "Saya sudah bilang kok enggak usah pakai plastik karena memang mau mengurangi bukan karena keberatan bayar Rp 200. Tapi malah dibilang gratis dan tidak dihitung ke struk pembayaran," ungkap Sulastri yang berbelanja di minimarket tersebut.

Sulastri menilai mestinya minimarket juga konsisten dalam menerapkan program tersebut. Kalau masih ada konsumen yang malas membawa kantung sendiri, kata dia, menjadi ada pembiaran dan konsumen tidak akan beralih untuk membawa kantung belanja sendiri.

Sementara itu, di Indomart yang berlokasi di Stasiun Bogor juga sudah menerapkan plastik berbayar. Di tembok dekat kasir terpampang kertas bertuliskan “Hemat Plastik” dan tulisan dikenakan tarif Rp 200 setiap penggunaan plastik.

Menurut pantauan Republika ada yang menarik, pramuniaga Indomart tidak mengatakan memakai plastik atau tidak kepada konsumen. Hanya ketika belanjaan konsumen dihitung, pramuniga tidak sama sekali memberikan plastik dan tidak menghitung biaya plastik ke dalam struk.

"Mas kok nggak diplastikin?" kata konsumen tersebut. Pramuniaga baru menjelaskan ada pembayaran plastik sebesar Rp 200 untuk pengurangan sampah plastik. Barulah konsumen memutuskan sendiri untuk menggunakan plastik atau tidak.

Ketika diwawancarai Republika, pramuniaga menjelaskan cara tersebut untuk mengefektifkan hemat plastik setelah Hari Peduli Sampah Sedunia diperingati di Bogor. Menurutnya jika ada konsumen yang membayar Rp 200 maka uang akan dialokasikan ke dinas kebersihan untuk kegiatan peduli lingkungan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA