Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Polisi Ringkus Penjual DVD Porno LGBT

Rabu 16 Mar 2016 18:49 WIB

Rep: C30/ Red: Angga Indrawan

Ilustrasi penderita homoseksual.

Ilustrasi penderita homoseksual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengamankan FW alias RA dan FF. Keduanya diamankan lantaran telah memproduksi dan memperjualbelikan DVD porno berkonten LGBT.

Maraknya keresahan para orang tua atas praktik dan munculnya komunitas LGBT dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai lahan usaha baru. Kebutuhan ekonomi dipadu dengan hobi menjadi satu kesatuan, hingga usaha ini berkembang selama berbulan-bulan.

Kasubdit Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Agung Marlianto, mengatakan kedua pelaku tersebut setiap bulannya mendapatkan Rp 10 sampai Rp 30 juta per bulan. Namun, kedua pelaku tersebut berhasil diamankan di dua lokasi yang berbeda.

"RA kami amankan di kantor Jasa Pengiriman barang di Bogor, sedangkan FF diamankan di Pondok Kopi, Jakarta Timur," ujar Agung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/3).

Agung menjelaskan, kedua pelaku tersebut telah menjalankan bisnis penjualan DVD porno selama enam bulan.  DVD tersebut, kata Agung, didapatkan pelaku hasil kolaborasi antara situs-situs berbayar ataupun gratis.

"Jadi, mereka kumpulkan jadi satu, kemudian dijual melalui media sosial," ujar Agung.

Agung menjelaskan, video porno model LGBT tersebut bukan saja dijual dalam bentuk DVD, melainkan banyak model lainnya dengan harga yang berbeda. Misalnya, bentuk micro SD 8 GB diisi dengan 300 film porno dan flashdisk 8 GB diisi dengan 300 film porno.

"Harga jualnya berbeda-beda, kalau di hard disk itu harganya mencapai satu juta, tapi kalau di memory card 300 film harganya Rp 300 ribu. Jadi, per film seharga seribu," ujarnya.

Atas tindakan tersebut, pelaku terancam Pasal 29 jo Pasal 32 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 80 jo Pasal 6 UU RI No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dengan ancaman 12 tahun penjara dan Rp 12 miliar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA