Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Jelang Puasa, Permintaan Keranjang Buah Meningkat

Jumat 29 Apr 2016 10:22 WIB

Red: Achmad Syalaby

Parsel, ilustrasi

Parsel, ilustrasi

Foto: Pandega/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Permintaan pasar terhadap kerajinan berupa keranjang buah dari limbah kertas yang diproduksi di Desa Keradenan, Serangan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjelang Ramadhan meningkat.

"Mendekati Bulan Puasa ini, mulai meningkat pesanannya sehingga produksi mulai ditambah hingga sekitar 100 persen," kata seorang perajin, Christian Haryanto (47), di Karanganyar, Jumat (29/4).

Ia mengatakan permintaan konsumen atas produksi kerajinan ekonomi kreatif tersebut, akhir-akhir ini sekitar 1.500 keranjang per bulan, sedangkan sebelumnya antara 500-750 keranjang.

Pelanggan produk keranjang buah, katanya, kebanyakan dari Jawa Timur, seperti Malang dan Surabaya, sedangkan sebagian dari Jakarta. Biasanya, pihaknya sudah kewalahan melayani pesanan kalau sudah sekitar tiga pekan menjelang Lebaran, karena permintaan bisa mencapai 2.500 keranjang.

Untuk melayani konsumen, ia mempekerjakan 10 orang dengan kemampuan produksi rata-rata mencapai 2.500 keranjang per bulan."Saya sebelumnya hanya dengan menggunakan lima tenaga kerja kemampuan produksi rata-rata sekitar 1.000 buah per bulan. Saya kini menambah lima tenaga kerja untuk meningkatkan produksi agar dapat memenuhi pesanan menjelang Lebaran mendatang," katanya.

Ia mengatakan pelanggan keranjang tersebut kebanyakan datang baik dari pemilik toko-toko buah atau sebagai kulakan untuk kemudian dijual lagi kepada konsumen atau masyarakat.

Menurut dia, harga keranjang buah produksinya bervariasi dan cukup terjangkau. Mulai Rp 12.500 hingga Rp 25.000 per keranjang. Menyinggung soal kendala yang dihadapi selama ini, Haryanto mengatakan hampir tidak menemui masalah karena bahan baku berupa kertas bekas banyak dijumpai di Solo dan sekitarnya.

"Pada awalnya saya terkendala dengan cara pemasaran, tetapi setelah mendapatkan kesempatan ikut pameran-pameran di sejumlah daerah, kini kerajinannya mulai dikenal masyarakat luas," katanya.

Ia mengatakan pembuatan kerajinan dari limbah kertas sebenarnya mudah. Limbah kertas direndam dengan air selama tiga hari hingga lembut atau lunak, kemudian dihaluskan lagi dengan cara diblender menjadi bubur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA