Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tim Jelajah Desa Nusantara Akhiri Perjalanan di Gorontalo Utara

Selasa 03 May 2016 16:53 WIB

Red: Taufik Rachman

Tim Jelajah Desa Nusantara

Tim Jelajah Desa Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Bupati Gorontalo Utara (Gorut) bersama ratusan warga, Kepala Desa (Kades), dan camat setempat menyambut gembira kedatangan Tim Jelajah Desa Nusantara (JDN). Kabupaten yang berada di kawasan pesisir pantai ini adalah lokasi terakhir perjalanan Tim JDN di Pulau Sulawesi.

"Start maupun finish semuanya sama. Atas nama daerah dan masyarakat, kami menyambut bahagia atas ditunjuknya Gorontalo Utara sebagai lokasi finish JDN. Semoga rekaman-rekaman Jelajah Desa Nusantara ini dapat menginspirasi semuanya," kata Bupati Gorontalo Utara, Indrayasin.

Gorontalo Utara terdiri dari 123 desa. Di mana 78 di antaranya, berada di daerah pesisir pantai "Garis pantai sepanjang 317 Kilometer. Panjangnya laut ini, insyaallah dapat diiringi oleh program dari kementerian yang bisa memanfaatkan potensi laut," katanya.

Di sisi lain, Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Transmigrasi (PKP2Trans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ratna Dewi Andriyanti mengatakan, TIM JDN bertugas untuk mensosialisasikan dana desa.

JDN merupakan terobosan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dana desa, serta meningkatkan pengetahuan tentang dana desa dengan baik dan benar. "Ini juga sebagai bentuk koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.

Ratna menjelaskan, bentuk kegiatan JDN adalah ekspedisi ke desa-desa di wilayah Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Ketiga Pulau ini dipilih, karena memiliki jumlah desa dan pengalokasian dana desa terbanyak, yakni sebesar sebanyak 73 persen dari total dana desa Rp 46,9 Triliun.

"Sulawesi adalah pulau pertama yang dikunjungi tim Jelajah Desa Nasional. Jarak total yang ditempuh sepanjang 1.703 Kilometer. Melintasi 3 provinsi, 5 kabupaten serta banyak desa," bebernya.

Tim JDN memulai perjalanan pada 27 April yang dimulai dari Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Barru, dilanjutkan Provinsi Sulawesi Barat yakni Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Donggala dan Kabupaten Toli-Toli. Kemudian berakhir di Gotontalo yakni Kabupaten.Gorontalo Utara.

"Pada setiap desa dikunjungi disambut penuh antusias dan semangat, menyampaikan informasi tentang dana desa,  dan komunikasi langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, tim JDN terdiri dari 1 bus dan beberapa kendaraan dengan logo sangat jelas, yakni logo JDN. "Tim JDN sudah melaksanakan tugas dengan baik, selamat tanpa kurang apapun. Terimakasih pada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan JDN ini," ujarnya.

Sebelumnya, tim JDN telah singgah di salah satu desa terluar Indonesia, yakni Desa Poneli Kecamatan Poneli Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Di samping untuk meninjau dan mensosialisasikan dana desa, tim JDN juga meninjau realisasi bantuan dari Kemendes PDTT sebesar Rp20,4 Miliar di Tahun 2015 lalu. Bantuan ini digunakan untuk membangun dermaga, guna menunjang kelancaran aktivitas serta mobilitas masyarakat setempat.

"Bantuan sifatnya pemicu, esensinya bagaimana pulau ini (Ponelo) didorong agar ekonominya bergerak dan maju," ujar Ari Murti S, Kasubdit Direktorat Sarana dan Prasarana Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT.

Pembangunan serupa menurutnya, juga dilakukan di beberapa daerah lain seperti halnya Almahera, Toli-Toli, Button dan Almahera Tengah. "Di Pulau Ponelo belum ada infrastruktur, yang dibutuhkan akses laut dulu baru daratnya," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA