Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tim Jelajah Desa Nusantara 2016 Wilayah Sulawesi Resmi Berakhir

Rabu 04 May 2016 06:47 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim Jelajah Desa Nusantara

Tim Jelajah Desa Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO UTARA -- Tim Jelajah Dana Desa (JDN) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyelesaikan etape pertama Jelajah Desa Nusantara, yang melintasi empat provinsi di Pulau Sulawesi. Di dalam sepanjang perjalanan, tim JDN 2016 melakukan sosialisasi mengenai penggunaan Dana Desa 2016 kepada aparat dan warga desa.

Tim JDN 2016 etape wilayah Sulawesi ini menelusuri Pantai Barat Sulawesi dengan melintasi jalur trans Sulawesi. Secara total, tim JDN menempuh jarak sejauh 1.703 kilometer dan mendatangi lima kabupaten, yaitu Barru, Polewali Mandar, Donggala, Toli-Toli, dan Gorontalo Utara. Dalam perjalananya itu, tim JDN 2016 sempat mengunjungi 11 desa dan menggelar sosialisasi serta melakukan dialog dengan aparat desa setempat. Mengawali perjalanan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Tim JDN 2016 mengakhiri etape wilayah Sulawesi di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Marwan Jafar, menyebutkan, selain mensosialisasikan program Dana Desa 2016, tim JDN 2016 iniu juga melakukan koordinasi dengan seluruh aparat Pemerintah Daerah, mulai dari Kepala Desa hingga Bupati.

"Ini adalah wujud upaya dan terobosan kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pada kepala desa, dan juga ajang koordinasi dan kerjasama pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Hal ini untuk meningkatkan kinerja penyaluran dan penggunaan dana desa 2016," ujar Marwan dalam sambutan yang dibacakan Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi , RR Ratna Dewi Andriani, di Kantor Bupati Gorontalo Utara, Gorontalo, Selasa (3/5).

Tidak hanya itu, Marwan pun secara khusus meminta kepada seluruh Kepala Daerah untuk bisa menekankan fungsi dan tugas Pendampin Desa yang profesional. Dengan adanya Pendamping Desa, baik Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa, maupun tenaga ahli, yang profesional, maka diharapkan penyaluran dan penggunaan Dana Desa dapat berjalan dengan optimal.

''Kami meminta perhatian kepada Bupati/Walikota agar menugaskan dan mendayagunakan para pendamping profesional untuk memfasilitasi dan memberdayakan masyrakat desa, khususnya perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa,'' tuturnya.

Rencananya, usai merampungkan etape pertama di wilayah Sulawesi, tim JDN akan melakukan etape kedua di Pulau Jawa, awal Mei. Kemudian akan dilanjutkan dengan etape ketiga di Sumatera pada pertengahan Mei mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA