Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Anggota FPKS Diminta Disiplin dalam Buat Laporan Kunker Reses

Jumat 13 Mei 2016 14:28 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Achmad Syalaby

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (kanan) didampingi jajaran pengurus dan panitia saat Launching lomba kitab kuning Fraksi PKS di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3).

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (kanan) didampingi jajaran pengurus dan panitia saat Launching lomba kitab kuning Fraksi PKS di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, dari empat puluh Anggota Fraksi PKS yang dipimpin olehnya, tidak ada satu pun yang melakukan laporan kunjungan kerja (kunker) fiktif.

Pimpinan FPKS, ujar dia, sejak awal periode sudah menyampaikan surat resmi kepada seluruh anggota legislatif. "Surat tersebut berisi perintah agar menyampaikan laporan reses secara lengkap, selambat-lambatnya satu pekan setelah berakhirnya masa reses," ujarnya, Jumat (13/5).

Sebagai ketua fraksi, terang Jazuli, ia telah memberikan arahan agar seluruh anggota FPKS selalu disiplin dalam membuat laporan kunker reses, paling lambat satu pekan setelah masuk masa sidang. "Laporan itu harus sudah terkumpul dan diserahkan pada pihak terkait."

Laporan reses FPKS tersebut bukan hanya sebagai bentuk kewajiban administratif atau tanggung jawab konstitusional anggota DPR. Laporan ini merupakan amanat bagi seluruh anggota legislatif PKS agar semakin khidmat kepada konstituen di daerah pemilihannya masing-masing.

Diketahui, BPK merilis hasil temuan adanya kunker fiktif yang terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 945 miliar. Hasil temuan tersebut telah disampaikan ke pihak Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI untuk diteruskan kepada seluruh fraksi yang ada di DPR.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA