Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

'Donald Trump dari Timur' Ingin Hukuman Mati dan Tembak di Tempat

Senin 16 May 2016 21:15 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ilham

Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte

Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte

Foto: AP Photo/Bullit Marquez

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden baru Filipina Rodrigo Duterte telah berjanji untuk merekomendasikan hukuman eksekusi gantung dan memerintahkan penembak jitu melakukan tembak di tempat bagi para pelaku kejahatan. Ia juga berencana menerapkan pembatasan pada minum-minuman keras dan merokok di tempat umum.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak memenangkan pemilu 9 Mei lalu, lelaki yang dipanggil 'Donald Trump dari Timur' ini mengatakan pada Ahad (15/5), bahwa pasukan keamanan akan diberikan perintah tembak di tempat kepada para pelaku kejahatan. Tindakan keras tersebut menurutnya diberlakukan agar warga belajar untuk takut kepada hukum.

"Saya berharap kalian mematuhi hukum sehingga tak akan ada kekacauan. Saya akan menindak keras obat-obatan terlarang dan menjanjikan neraka bagi mereka (penjahat)," kata Duterte menjelaskan visinya untuk bangsa, seperti dilansir laman Aljazirah, Senin (16/5).

Presiden 71 tahun tersebut juga berjanji akan menerapkan jam malam pada orang-orang yang minum-minuman keras di tempat umum, hanya sampai jam 02.00 malam. Duterte yang akan dilantik 30 Juni tersebut juga akan melarang anak-anak berkeliaran di jalan-jalan sendirian pada larut malam. Merokok di restoran dan hotel juga akan dilarang.

Selain itu, Duterte mengatakan, bagian inti dari visinya akan membawa kembali hukuman mati yang sempat dihapuskan di bawah kepemimpinan Presiden Gloria Arroyo pada 2006. Duterte mengatakan, ia ingin hukuman mati dikembalikan untuk kejahatan terutama obat-obatan terlarang, pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan.

"Apa yang akan saya lakukan adalah mendesak Kongres mengembalikan hukuman mati dengan cara digantung," ujarnya.

Duterte mengatakan lebih memilih menerapkan hukuman mati dengan digantung dibandingkan dengan ditembak. Sebab selain ia tak mau membuang-buang peluru, menurutnya hal itu lebih manusiawi.

Dalam kampanyenya, Duterte memang dengan keras menjanjikan untuk mengakhiri kejahatan dalam waktu tiga hingga enam bulan setelah ia terpilih. Ia berjanji membunuh puluhan ribu penjahat.

Menurut dia, pada satu waktu nanti akan ada 100 ribu orang mati dan tubuhnya dibuang ke Manila Bay. Ia bahkan menggambarkan ikan-ikan akan memiliki banyak lemak karena makan daging mayat-mayat itu.

Sementara perintah tembak di tempat menurut Duterte akan diberlakukan pada mereka yang terlibat dalam kejahatan terorganisir atau mereka yang menolak ditangkap.

"Jika kalian menolak, menunjukkan perlawanan dengan kekerasan, perintah saya kepada polisi tembak hingga tewas. Menembak untuk membunuh kejahatan terorganisir. Kalian dengar itu? Menembak untuk membunuh setiap kejahatan terorganisir," kata Duterte.

Duterte menambahkan menurutnya militer dan polisi akan dikerahkan untuk perang melawan kejahatan. Ia menyatakan memerlukan para penembak jitu. "Jika anda (penjahat) melawan, saya punya penembak jitu yang akan menembakmu," ujarnya.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA