Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Seekor Lumba-Lumba Terdampar di Surabaya

Senin 23 May 2016 06:09 WIB

Red: Ilham

Warga melihat seekor Lumba-lumba yang terdampar (ilustrasi)

Warga melihat seekor Lumba-lumba yang terdampar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Seekor ikan lumba-lumba terdampar di Pantai Kenjeran Surabaya. Diduga ia terpisah dari kelompoknya hingga tersangkut jaring milik nelayan setempat, Ahad malam.

"Awalnya kami tidak mengira kalau itu lumba-lumba karena sebelumnya tidak pernah menemui sama sekali," ujar salah seorang nelayan, Hafidin, ketika ditemui di Pantai Kenjeran, Senin (23/5), dini hari.

Ia menjelaskan, awalnya saat Hafidin bersama sejumlah nelayan lainnya mengangkat jaring yang dipasang di sekitar satu mil dari bibir pantai, mereka dikejutkan oleh lumba-lumba yang terus bergerak. Mereka kemudian meminta bantuan ke nelayan lainnya untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

"Nelayan berniat menolong dan mendorongnya ke tengah laut, tapi tidak bisa karena ikan kondisinya semakin melemah dan dibawa ke kawasan Pantai Nambangan," katanya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, tim dokter dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) tiba di lokasi dan melihat kondisi terakhir mamalia langka yang panjangnya 1,5 meter tersebut. "Kami memberi suntikan vitamin dan antibiotik agar ikan kondisinya tidak semakin lemas," kata Penjabat Sementara Direktur Utama KBS, Aschta Nita Boestani Tajudin.

Sebagai upaya penyelamatan, pihaknya bekerja sama dengan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim untuk mengevakuasi sekaligus mencari jalan keluar agar lumba-lumba bisa kembali ke habitatnya. "Untuk sementara ini kami berupaya mencari kolam yang sesuai dan tidak berada di keramaian manusia. Meski tidak ditemukan luka serius, namun lumba-lumba harus segera mendapat perawatan ekstra," katanya.

Hingga berita ini ditulis, lumba-lumba ditempatkan di laut Pantai Nambangan dibawah pengawasan kelompok nelayan dan tim KBS maupun BKSDA. "Kami juga masih memikirkan bagaimana kalau air laut surut sehingga harus ada tindakan lebih cepat agar lumba-lumba dalam kondisi baik-baik saja," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA