Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Pamekasan Siapkan Taman Budaya untuk Seniman Berkreasi

Senin 27 Jun 2016 13:08 WIB

Red: Hazliansyah

Penampilan tari Semilir Angin Kumbang pada gelar aneka ragam seni 'Caruban' dari Sanggar Pringgadhing, Kabupaten Cirebon, di Taman Budaya Jabar, Kota Bandung, Sabtu (19/3) malam. (Republika/Edi Yusuf)

Penampilan tari Semilir Angin Kumbang pada gelar aneka ragam seni 'Caruban' dari Sanggar Pringgadhing, Kabupaten Cirebon, di Taman Budaya Jabar, Kota Bandung, Sabtu (19/3) malam. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Pamekasan, Jawa Timur, akan membangun taman budaya di lahan bekas stasiun PJKA Jalan Trunojoyo.

"Pembangunan taman budaya merupakan upaya memaksimalkan peran para seniman, dan untuk menghidupkan kembali pertunjukan seni dan budaya Pamekasan," kata Kepala Seksi Pembinaan Seni dan Nilai-Nilai Tradisional Disporabud Pamekasan Sonny Budiharto di Pamekasan, Senin.

Sony mengatakan, di bekas stasiun PJKA itu akan dibangun panggung seni budaya sehingga para seniman bisa melakukan pementasan minimal satu kali dalam seminggu.

"Lahan yang kami gunakan di sebelah kantor Dewan Kesenian Pamekasan," katanya.

Ia menjelaskan, dengan adanya panggung seni itu, maka peluang untuk melakukan pementasan seni budaya Pamekasan akan lebih banyak. "Apalagi bekas stasiun PJKA di Jalan Trunojoyo itu lokasinya sangat luas dan ramai pengunjung," katanya.

Sony yang juga Sekretaris Dewan Kesenian Pamekasan menjelaskan, daerahnya kaya akan seni budaya pertunjukan, terutama seni tradisional. Selama ini para pegiatnya tidak bisa banyak berkreasi karena belum ada tempat atau pusat pementasan.

"Dengan adanya panggung budaya nanti, maka mereka bisa berkreasi," katanya.

Selain panggung, di taman budaya itu akan dibangun tempat khusus untuk para pelukis.

"Seniman lukis di Pamekasan ini banyak, tapi kendalanya selama ini, mereka belum punya tempat berkreasi. Kalaupun ada pameran lukisan, waktunya terbatas, yakni hanya satu kali dalam setahun," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA