Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Rasa Tembakau Jadi Ciri Khas Kopi Temanggung

Jumat 29 Jul 2016 20:53 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petani Kopi Temanggung

Petani Kopi Temanggung

Foto: Suara Merdeka

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Kopi arabika yang ditanam di Posong, lereng Gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki cita rasa khas yang tidak dimiliki daerah lain. Berbeda dengan jenis lain, kopi ini menyisipkan rasa tembakau.

Hal ini diungkapkan Syafrundin saat mendampingi rombongan pelaku kopi Eropa yang tergabung dalam Speciality Coffee Association of Europe (SCAE) mengunjungi perkebunan kopi di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jumat (29/7).

"Biasanya minum kopi hanya ada rasa asam. Akan tetapi, kalau kopi di sini ada rasa tembakau," kata Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) A. Syafrudin.

Syafrundin menuturkan bahwa budi daya kopi di Tlahab ini relatif sangat menarik. Karena di sela-sela tanaman kopi ada tanaman tembakau sehingga cita rasa kopinya ada rasa tembakau.

Ia mengatakan bahwa rombongan SCAE yang berasal dari sejumlah negara tersebut belum pernah melihat seperti ini, di sela-sela tanaman kopi ada tanaman tembakau. "Hal ini merupakan salah satu nilai tambah kopi Temanggung. Salah satu poin nilai jual bagi daerah Temanggung untuk memperkenalkan lebih kepada para pelaku kopi Eropa," katanya.

Bukan hanya Eropa, kata dia, ke depan mungkin bisa mendatangkan dari Amerika dan Australia secara grup. Kalau secara perorangan, mereka sudah sering kemari. Akan tetapi, secara grup mereka akan punya kesempatan lebih bagi mereka untuk melihat dan bagi petani di sini untuk memperkenalkan kopi Temanggung kepada para pencinta dan pembeli kopi dari luar negeri.

"Ini kesempatan baik untuk perkenalkan apa adanya memang inilah petani kopi Temanggung yang memproses tanaman kopi secara tradisional tetapi ingin lebih maju. Petani yang begitu konsisten untuk menanam kopi secara benar," katanya.

Ia menuturkan bahwa kelapa sawit, karet, teh, dan komoditas lain digerakkan oleh perusahaan besar. Akan tetapi, kalau kopi oleh petani yang hanya mempunyai lahan 0,5 hingga 2 hektare. Namun, mereka bekerja setiap hari untuk mendapatkan kopi yang baik, salah satunya di Temanggung.

Syafrundin mengatakan bahwa kopi Temanggung mempunyai ciri khas. Ciri khas ini yang harus tampilkan karena merupakan nilai tambah untuk dijual. Ia mengemukakan bahwa pihaknya telah beberapa kali membawa kopi Temanggung pada pameran di mancanegara, antara lain, Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.

"Setiap kali pameran pengunjung sangat tertarik karena ada cita rasa yang aneh, yakni rasa tembakau. Mari sama-sama meningkatkan, menjaga, dan mempromosikan kopi Temanggung kepada siapa saja, pemilik kafe di seluruh Indonesia maupun luar negeri," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA