Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

MUI: Mengaku sebagai Nabi Merupakan Tindakan Pelecehan Agama

Sabtu 06 Agu 2016 12:15 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Bilal Ramadhan

Nabi Palsu (ilustrasi)

Nabi Palsu (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, semua yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad wafat pasti adalah nabi palsu. Tindakan mengaku sebagai nabi sama saja melecehkan agama.

"Dalam undang-undang di Indonesia melecehkan agama merupakan  tindakan pidana. Mengaku sebagai nabi baru dalam Islam adalah tindakan pidana," katanya, Sabtu, (6/8).

Saat ini sudah ada tiga nabi palsu yang  dipenjarakan di negeri ini. Pertama Lia Eden, kedua Ahmad Mushoddeq, dan ketiga Cecep di Bandung. Dalam hal ini apapun motifnya nabi palsu harus dipenjarakan segera.

"Mereka harus dipenjara agar tak terlambat. Selain itu jangan sampai makin banyak orang yang tertipu," ujar Tengku.

Jika setelah ditangkap namun kemudian dibuktikan dia gila, bisa dilepaskan saja. Tapi kalau dia ternyata tidak gila maka ini tindakan pidana dan dia wajib dipenjara. Sedangkan nabi palsu di Karawang, terang Tengku, merupakan nabi palsu keempat yang harus dipenjara. Sebab ini sudah termasuk penipuan.

Seperti diketahui, Abdul Muhjib diamankan petugas sebab ia diduga mengaku sebagai nabi. Bahkan ia menjual tiket ke surga seharga Rp 2 juta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA